Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Pemerintah Daerah Pesisir Selatan, Rabu (30/9/2026) melaksanakan rapat Sinergi Stakeholder Pada Kawasan Rawan Peredaran Gelar Narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Sumatera Barat dan rencana pembentukan Unit Layanan Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (ULT-P4GN).
Rapat sinergi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pesisir Selatan H. Zainal Arifin, S.K.M., Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid, S.H.,M.H. beserta jajaran BNNP Sumbar.
Dalam kata sambutannya, Zainal Arifin menyampaikan, pertemuan rapat sinergi stakeholder pada Kawasan Rawan Peredaran Gelar Narkoba bersama BNNP Provinsi Sumatera Barat, sangatlah penting.
“Ini serius, dalam rangka menyamakan persepsi dalam rangka pemberantasan peredaran dan penyalagunaan narkoba, serta pencegahan,” ucap Sekda.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki geografis wilayah yang memanjang, serta pusat pertemuan empat Kabupaten/Kota, dan Provinsi, ini memberikan dampak positif dalam perekonomian masyarakat. Namun dibalik itu semua juga menjadi hal yang membahayakan pada keluar masuknya peredaran narkoba.
“Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni sangat mendukung dan komit dalam pemberantasan penyalagunaan Narkoba di Kabupaten Pesisir Selatan,” tegasnya.
Sekda menuturkan, data yang ada, tahun 2023-2026 Kabupaten Pesisir Selatan menempati peringkat nomor dua setelah Kota Padang dalam perkara Narkoba, dengan jumlah perkara 400 lebih, dan jika dikalkulasi setiap bulan ada 10 kasus Narkoba.
Menurut Zainal Arifin, ini alarm serius untuk bersama-sama berkolaborasi dalam melakukan pencegahan peredaran Narkoba. Karena bukan sekedar penegakan hukum yang harus dilakukan, namun edukasi juga penting.
“Pelaku Narkoba bukan dilakukan oleh orang dewasa, sekarang pelaku penyalahgunaan narkoba telah merambah ke pelajar,” tambahnya.
Maka, Zainal memandang pentingya Unit Layanan Terpadu P4GN ada di Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai wadah positif bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi, edukasi dan hal penting lainya menyangkut tentang Narkoba.
“Kita juga berharap ULT P4GN masuk sampai ke nagari-nagari untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang bahaya Narkoba,” terangnya.
Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid, S.H. memberi arahan, petunjuk dan langkah-langkah dalam pembentukan ULT P4GN sebagai cikal bakal pendirian BNK di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kepala BNNP Sumatera Barat mengapresiasi komitmen Pemda Pesisir Selatan melalui Bupati Hendrajoni dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurut Toton, permasalahan bahaya Narkoba ini harus terus disampaikan, disosialisasikan serta disampaikan edukasi pada masyarakat agar masyarakat paham tentang bahaya Narkoba.
Program ULT P4GN ini menjadi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu tentang pencegahan korupsi dan Narkoba.
Toton Rasyid mendorong Dinas Pendidikan bisa memasukkan kurikulum tentang anti Narkoba pada sekolah agar edukasi ini bisa menjangkau langsung pada dunia pelajar.
Acara ini juga dihadiri Forkopimda, Asisten, Kepala Kesbangpol Marzan, SH., MM. Kepala OPD terkait, Camat dan Wali Nagari. (ori)

















