Web Hosting
Web Hosting
Berita

Ingat dan Waspada Terhadap Bahaya Laten Partai Komunis Indonesia

×

Ingat dan Waspada Terhadap Bahaya Laten Partai Komunis Indonesia

Sebarkan artikel ini

Oleh Ir. Indra Syarif (Wakil Sekjen KB FK-PPI)

Hari ini tanggal 30 September 2026. Ingat dan waspadalah terhadap bahaya laten komunis, organisasi yang terkenal kejam dan keji dalam sejarah Indonesia.

 

 

Kita mengenang tragedi nasional G30S/PKI tahun 1965 yang ditandai dengan terbunuhnya 6 jenderal TNI dan satu orang perwira pertama, dimana pelakunya adalah PKI yang telah berbuat sadis diluar batas kemanusiaan.

 

Maka untuk mewaspadai bahaya Laten komunis tersebut, kita ulas sedikit tentang ciri-ciri komunis sebagai berikut :

 

1. PKI bercirikan partai revolusioner sesuai ajaran Stalin. Kalau ingin menang dalam revolusi maka partai harus revolusioner.

 

2. Ideologi partai komunis harus berdasarkan Marxisme-Leninmisme, disamping itu juga dipedomani Engel, Stalin dan Mao.

 

3. Komunis subur pada masyarakat miskin, karena orang miskin mengaturnya cukup mudah, cukup dengan memberi mereka perut kenyang saja. Anggota PKI dilapisan bawah direkrut dari kalangan buruh dan petani miskin yang tidak punya tanah.

 

4. Komunis selalu membuat keresahan dengan berbagai intrik dan menyebarkan berbagai isu dan teror, sehingga suasana kehidupan masyarakat selalu panas dan mencekam, karena motto PKI adalah “tempalah besi selagi panas”.

 

5. Komunis menggunakan politik adu domba. Dengan menebar berbagai fitnah, sehingga masyarakat saling mewaspadai, saling mencurigai dan adakalanya saling menindas.

 

6. Komunis menghalalkan sekalian cara untuk mencapai tujuan, jika perlu membunuh saudara sendiri, contohnya pahlawan revolusi Jenderal S. Parman dibunuh PKI. Padahal kakak kandungnya adalah Sakirman, seorang Comitte Central PKI bersama Aidit, Nyoto dan Nyono. Artinya, untuk kepentingan dan perjuangan PKI, maka adik kandung sendiri boleh dan halal dibunuh

 

7. Komunis selalu mengatasnamakan rakyat. Segala sikap, tindakan, kebijakan selalu atas nama rakyat dan seolah-olah untuk kepentingan rakyat. Padahal itu adalah kedok semata. Mereka memperjuangkan demokrasi rakyat atau demokrasi yang dikendalikan partai, sementara rakyat tidak boleh berpunya.

 

8. Komunis sangat percaya dengan sejarah akan berputar kembali. Tuhan mereka adalah sejarah, oleh karena itu mereka percaya siklus sejarah.

 

9. Komunis tidak mengenal kalah, yang ada hanyalah pasang surut. Karena itu komunis hidup terus secara laten.

 

10. Pergerakan komunis seperti jaring laba-laba. Dengan sistim sel, disetiap lini ada gembongnya. Jika masih kecil mereka dibawah tanah, dan jika sudah merasa kuat mereka menampakkan diri. Bila tampil, maka yang tampil lebih awal adalah kader akar rumputnya.

 

11. Operasi komunis terbuka dan tertutup/dibawah tanah. Komunis selalu mencari kambing hitam untuk dipersalahkan dan tidak mau bertanggung jawab.

 

12. Komunis sangat tidak percaya adanya Tuhan.

 

13. Hidup bagi komunis antara dua ketiadaan. Manusia mulanya dari tidak ada menjadi ada dan terus menjadi tidak ada atau ketiadaan. Makanya mereka tidak takut mati, bagi mereka mati adalah ketiadaan. Bagi mereka halal sekalian cara untuk mencapai tujuan, karena mereka tidak mengenal dosa.

 

14. Bagi komunis, partai sebagai centre power. Artinya lartai yang mengatur segalanya

 

15. Bagi komunis tidak boleh ada orang kaya atau kelompok berpunya kecuali petinggi partai.

 

16. Semboyan komunis sama rata sama rasa. Artinya semua kehidupan masyarakat dan penderitaan mereka sama, dengan alasan menghabiskan klas berpunya atau kaum borjuis. Rakyat sangat sering dimobilisasi untuk disuruh kerja paksa.

 

17. Komunis membuat klasifikasi manusia atas kelas, yakni kelas berpunya atau borjuis dan kelas tidak berpunya atau proletariat. Jika komunis berhasil maka kelas itu tidak ada lagi, dan rakyat sama makmurnya, dan tidak ada lagi rakyat yang sengsara. Ilusi ini selalu mereka tiupkan kepada rakyat supaya rakyat terhibur.

 

18. Komunis sangat pintar dan suka membalikkan Fakta.

 

19. Komunis mengegelorakan/membangkitkan kaum tani untuk menbentuk persekutuan dengan desa mengepung kota.

 

20. Analogi desa mengepung kota saat ini akan terlihat dengan jelas bila terjadi keadaan chaos maka desa dengan mudah mengepung kota.

 

Komunis sebagai bahaya laten telah diklasifikasikan oleh Pemerintah RI dengan menerbitkan SK Kopkamtob No. 28 Tahun 1968 yang tidak pernah dicabut sampai sekarang.

 

Dengan klasifikasi untuk Anggota PKI yang terlibat dalam Gerakan 30S/PKI tanggal 30 September 1965, ada 7 golongan tahanan politik:

 

1. Golongan A adalah yang merencanakan dan melaksanakan Peristiwa 30S/PKI. Mereka ini ditangkap dan diseret ke pengadilan.

 

2. Golongan B1 adalah mereka yang melaksanakan Peristiwa 30S/PKI tetapi tidak ikut merencanakan. Terhadap mereka diseret ke pengadilan.

 

3. Golongan B2 adalah Pengurus PKI, mulai dari pusat hingga tingkat desa.

 

4. Golongan B3 adalah mereka yang membahayakan Negara Kesatuam Republik Indonesia.

 

5. Golongan C1 adalah pengurus organisasi mantel PKI, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat desa.

 

6. Golongan C2 adalah mereka yang bersimpati terhadap G30/PKI dan tidak ikut mengecamnya.

 

Itulah sedikit tulisan tentang ciri-ciri PKI dan klasifikasi golongan PKI pasca Gerakan 30 September 1965.

 

*) Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis