Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Visi Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yaitu Nagari Mengaji dan Nagari Pandai yang diusung saat ini, menjadi salah satu program yang ada pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Salim Muhaimin, S.Pd.,M.Si, Program Nagari Pandai dan Nagari Mengaji merupakan terobosan prioritas Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing generasi muda berbasis komunitas.
Fokus program Nagari Pandai pada penguatan literasi baca-tulis, pengembangan potensi, minat, bakat, serta mengalihkan siswa dari ketergantungan gawai (gadget) menuju pembelajaran berbasis komunitas.
Nagari Mengaji, dipadukan untuk memperkuat karakter religius, nilai-nilai keagamaan, dan membentuk akhlak mulia generasi muda di tengah masyarakat.
Dinas Pendidikan Pesisir Selatan saat ini sedang melakukan penyusunan regulasi mengintensifkan penyusunan rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Program Nagari Pandai guna memperkuat payung hukum dan efektivitas pelaksanaannya di lapangan.
“Sinergi komunitas, melibatkan pemangku kepentingan tingkat nagari, ninik mamak, guru, orang tua, serta pemanfaatan kearifan lokal agar nagari menjadi pusat kegiatan belajar yang inklusif,” tegas Kadis Pendidikan Salim Muhaimin, Rabu (23/9/2026) dalam acara KOPI Pessel bersama Ketua PWI Pessel Robby Octora Romanza dan pengurus PWI Pessel di ruang rapat Kepala Dinas Pendidikan.
Disampaikan Salim Muhaimin, dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing dinasnya telah melaksanakan program unggulan pro rakyat yang bisa mendongkrak kualitas pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan, baik itu formal dan non formal.
Dalam memenuhi kebutuhan pendidikan juga telah diberikan bantuan peralatan sekolah maupun bantuan pendidikan. Namum, itu bukan menjadi barometer utama dalam mendongkrak pendidikan, yang utama yaitu bagaimana merubah karakter, pola pikir, dan mental.
Untuk meningkatkan kualitas guru pengajar itu sendiri, Dinas Pendidikan juga telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pelatihan, pembinaan, bimtek mandiri dan lainnya.
Lebih lanjut, ia juga membuka ruang masukan, saran, kritikan sifatnya membangun untuk kebaikan kualitas pendidikan di wilayahnya. Bahkan pihaknya juga tidak alergi dengan laporan-laporan dari masyarakat soal dugaan pungutan liar di sekolah. “Jika laporan pungli itu sesuai data dan dapat dipertanggung jawabkan, kita akan tindak lanjuti,” kata Kadis Pendidikan Salim Muhaihim, S.Pd.,M.Si.
Kedepan kegiatan seperti bisa dilanjutkan dengan menghadirkan masing-masing bidang ada di Dinas Pendidikan, agar setiap program bisa disampaikan. (ori)
















