Painan, PilarbangsaNews
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Nagari Painan, Kec. IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (31/8/2026) malam, mendapat pujian dari Wakil Bupati Dr. Risnaldi Ibrahim, SH.,MH Dt. Batuah karena menunjukkan tingginya rasa kebersamaan seluruh Niniak Mamak Nagari bersama dengan Bundo Kanduangnya.
“Saya sudah berkeliling nagari menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi di Kenagarian Painan ini memang khas, karena diselenggarakan oleh seluruh Niniak Mamak bersama Bundo Kanduang dan diwujudkan dengan adanya prosesi Jamba Kue dari masing-masing penghulu,” kata Wabup Risnaldi, saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sehingga, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kenagarian Painan ini betul-betul terwujud kehadiran Niniak Mamak dan Bundo Kanduang secara fisik, tidak saja yang berdomisili di Painan tetapi juga bagi Niniak Mamak yang berada di rantau menyempatkan diri untuk pulang kampung.
Buya H. Afrizal, S.Ag.,M.Ag
Menurut Wabup Risnaldi, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mendorong tradisi positif di Nagari Painan ini untuk dilestarikan, sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi wujud kecintaan ummat dalam meneladani sifat-sifat Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Painan dihadiri Wabup Pessel Risnaldi Ibrahim, Ketua LKAAM Pessel yang sekaligus Ketua KAN Painan Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, Asisten 1 Syafrizal Antoni, Anggota DPRD Efrianto Dt. Rajo Panjang, Camat dan Forkopimca, Kepala Kemenag Pessel, Ketua Tim Percepatan Pessel Saidal Masfiyudin, SH Dt. Rajo Bilang, Wali Nagari, Ketua Bundo Kanduang Pessel dan Bundo Kanduang Nagari, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.
Ketua KAN Painan Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah mengatakan, tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disenggarakan oleh Niniak Mamak dan Bundo Kanduang ini sudah berjalan sejak lama dan turun temurun. Ciri khasnya adalah kekompakan dan kebersamaan seluruh anak nagari yang diwujudkan dengan kehadiran para Niniak Mamak dan sajian Jamba Kue dari masing-masing penghulu.
Wakil Bupati Pessel Dr. Risnaldi Ibrahim Dt. Batuah dan Ketua LKAAM Pessel Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah (atas) dan Niniak Mamak Painan (bawah) ketika menikmati Jamba Kue
“Kita di Kenagarian Painan selalu menyandingkan adat dan agama berjalan seiring sesuai dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, penghulu yang berjumlah 17 orang di Painan, selama ini selalu kompak dalam mengangkat tradisi termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini,” kata Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah.
Kekompakan Niniak Mamak Kenagarian Painan ini juga diperlihatkan dalam kegiatan budaya lainnya yaitu ketika Balimau Paga menyambut masuknya bulan suci Ramadhan dan program-program lainnya dalam mendukung pembangunan nagari.
Sementara itu, peceramah Buya H. Afrizal, S.Ag.,M.Ag dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa empat sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW yang harus ditiru dalam kehidupan sehari-hari yaitu shiddiq (jujur/benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebaikan) dan fathanah (cerdas dan bijaksana).
Ketua LKAAM Pessel yang juga Ketua KAN Painan Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jangan hanya menjadi kegiatan rutin semata tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak Rasulullah untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” kata Buya Afrizal yang juga Ketua PDM Muhammadyah Pessel.
Diharapkan Buya Afrizal, kehidupan masyarakat di Kenagarian Painan tidak hanya maju secara ekonomi dan fisik, tetapi juga meningkat kehidupan religiusnya dan memiliki generasi muda yang berakhlak mulia. Jangan sampai kemajuan teknologi menjauhkan generasi muda kita dari nilai agama dan adat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1448 di Masjid Raya Painan ditutup dengan menikmati Jamba Kue yang merupakan wujud kebersamaan dari masing-masing penghulu yang ada di Painan. Kue yang disajikan juga beragam seperti lapek, pinukuik, panyiaram, godok pisang, kue sapik, bakwan, lamang golek, goreng pisang dan lain-lain. (gk)















