Bontang, PilarbangsaNews
Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter pada Jumat pagi. Duka Flores menjadi duka Indonesia.
Korban pun berjatuhan. Banyak bangunan mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa yang sangat kuat. Innalillahi wa innailaihi raji’un…
Berdasarkan data resmi, lebih dari 50 orang meninggal dunia. Seluruh elemen bangsa pun tersentak dan bergerak membantu para korban gempa bumi di NTT.
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, juga langsung bergerak cepat memberikan bantuan.
“Gempa bumi di NTT telah mendatangkan kerusakan dan korban jiwa. Saya minta seluruh pimpinan dan karyawan bergerak dan peduli membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa bumi di NTT,” ujar Direktur Utama PT PKT, Rafly Yandra, Minggu (16/8/2026).
Sekretaris Perusahaan PT PKT, Anggono, segera melakukan pengumpulan bantuan logistik, terutama kebutuhan bahan pokok, selimut, serta berbagai kebutuhan lainnya.
“Kami sudah bergerak dan bantuan sudah mulai dikumpulkan. Secepatnya akan kami kirim ke NTT bersama bantuan kepedulian dari perusahaan pupuk lain di bawah Holding PT Pupuk Indonesia,” ujar Anggono.
Bahkan menjelang makan malam, jajaran direksi dan komisaris PT PKT bersama direksi anak perusahaan menggelar doa bersama. Rafly Yandra memimpin langsung mengheningkan cipta untuk mendoakan warga Maumere, Sikka, Flores, NTT yang menjadi korban gempa bumi.
Anggono menyebutkan, berdasarkan informasi dari Tim Reaksi Cepat PKT Bontang, tiga hari pascagempa para korban sangat membutuhkan air minum, makanan siap saji, beras, sembako, perlengkapan bayi, serta tenda pengungsian atau terpal.
PT PKT Bontang, ujar Anggono, sangat peduli terhadap bencana gempa yang menimpa masyarakat Sikka dan Maumere di NTT.
“Bahkan sudah disiapkan skema penyaluran bantuan ke NTT, mulai dari pembelian barang-barang yang dibutuhkan korban oleh tim pemasaran yang berada di Kupang hingga pengantaran langsung ke lokasi terdampak,” ujar Anggono. (Gilang)















