Padang, PilarbangsaNews
Aktivitas perjalanan internasional melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terus membuka kebutuhan terhadap layanan penukaran valuta asing cepat, aman dan terpercaya.
Di tengah mobilitas wisatawan dan masyarakat semakin tinggi, PT Equator Valuta Asing Cabang BIM Padang hadir mengambil peran penting dalam memenuhi kebutuhan transaksi mata uang asing di kawasan pintu gerbang Sumatera Barat.
Berada di kawasan BIM, PT Equator Valuta Asing memberikan kemudahan bagi penumpang maupun wisatawan
membutuhkan mata uang asing sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai negara.
CEO PT. Equator Valuta Asing Dr. HM Herry Zulman, M.Sc.,SE.,Akt. mengatakan, kehadiran pelayanan pihaknya menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan perjalanan, khususnya bagi masyarakat melakukan perjalanan bisnis, ibadah, pendidikan maupun wisata ke luar negeri.
“Kami siap menunggu melayani penukaran mata uang asing. Keberadaan PT. Equator Valuta Asing Cabang BIM juga menjadi bagian dari instrumen pelayanan terpadu,” kata Dr. HM Herry Zulman, M.Sc.,SE.,Akt.
Ringgit Malaysia
Kedatangan wisatawan mancanegara berkunjung ke Sumatera Barat dapat memperoleh kebutuhan mata uang rupiah. Sementara masyarakat Sumatera Barat akan bepergian ke luar negeri dapat menukarkan rupiah dengan berbagai mata uang asing.
Momentum meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat turut memberikan ruang bagi bisnis valuta asing untuk berkembang. Arus wisatawan dari berbagai negara menciptakan kebutuhan transaksi semakin beragam, terutama terhadap mata uang, seperti Ringgit, Dolar USA, Dolar Singapore, Yuan, mata uang Eropa, mata uang Timur Tengah banyak digunakan dalam aktivitas perjalanan internasional.
Dengan mengedepankan pelayanan ramah dan profesional, PT Equator Valuta Asing Cabang BIM berupaya memastikan kebutuhan valuta asing buat masyarakat dapat dilayani secara praktis oleh tenaga profesional kami dengan cepat dan mudah.
Kota Padang menjadi salah satu tujuan banyak dilirik wisatawan, terutama wisatawan asal Malaysia memiliki kedekatan budaya, bahasa dan sejarah dengan Ranah Minang.
Semarak kunjungan wisatawan asing itu tidak hanya terlihat dari aktivitas di sejumlah destinasi wisata, hotel, restoran dan pusat oleh-oleh. Pergerakan ekonomi juga terasa sejak wisatawan menginjakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau.
Salah satu aktivitas ikut bergerak adalah layanan penukaran valuta asing, khususnya mata uang Ringgit Malaysia ke Rupiah dengan tenaga profesional PT Equator Valuta Asing.
Kebutuhan wisatawan untuk menukarkan mata uang asing menjadi bagian penting dari rantai ekonomi pariwisata setelah tiba di BIM.
Wisatawan membutuhkan Rupiah untuk berbagai keperluan selama berada di Sumatera Barat, mulai dari transportasi, penginapan, kuliner, belanja hingga mengunjungi berbagai destinasi.
CEO PT. Equator Valuta Asing Dr. HM Herry Zulman, M.Sc, SE. Akt, dalam keterangannya menyampaikan bahwa fenomena tersebut sebagai bagian dari efek bergulirnya aktivitas pariwisata terhadap sektor ekonomi pendukung.
Menurutnya, wisatawan mancanegara tidak hanya membawa cerita dan pengalaman ke daerah tujuan, tetapi juga membawa aktivitas ekonomi yang dapat dirasakan oleh berbagai sektor usaha masyarakat.
Dari BIM, Uang Wisatawan Bergerak ke Berbagai Sektor
Kedatangan wisatawan asing memiliki efek berantai ketika wisatawan menukarkan Ringgit menjadi Rupiah, dana tersebut selanjutnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Sumatera Barat.
Dari transportasi hingga kuliner, dari hotel hingga pusat perbelanjaan, dari destinasi wisata hingga produk UMKM, semuanya berpotensi mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan.
Karena itu, geliat penukaran valuta asing di pintu kedatangan Bandara Internasional Minangkabau, BIM dapat dilihat sebagai salah satu bagian dari ekosistem pariwisata terus bergerak.
“Pariwisata bukan hanya soal jumlah orang yang berkunjung tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” demikian inti pandangan ini disampaikan Ceo PT. Equator Valuta Asing Dr. HM Herry Zulman, M.Sc.SE.Akt.
Mata uang ringgit menjadi sinyal aktivitas wisata. Meningkatnya kebutuhan penukaran mata uang ringgit di kawasan kedatangan Bandara Internasional Minangkabau BIM menjadi bagian dari gambaran aktivitas wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Ranah Minang.
Kedekatan budaya dan hubungan historis Malaysia Sumatera Barat adalah menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan pasar wisatawan mancanegara.
Kini, tantangannya adalah bagaimana momentum tersebut terus dikembangkan agar pariwisata Sumatera Barat tidak hanya ramai saat musim tertentu, tetapi mampu menciptakan arus kunjungan berkelanjutan.
BIM sebagai pintu masuk, Padang sebagai gerbang, dan berbagai destinasi wisata Sumatera Barat sebagai tujuan, ketiganya memiliki mata rantai ekonomi saling terhubung, dan saling berkoneksi.
“Dengan semakin bergeraknya wisatawan mancanegara, peluang ekonomi masyarakat Sumatera Barat pun ikut terbuka lebar, dengan sendirinya sektor ekonomi masyarakat Sumatera Barat menggeliat,” ujar Dr. HM. Herry Zulman, M.Sc.SE.Akt. (Zul)

















