Padang, PilarbangsaNews
Ketua Umum Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi mengungkap peran JPS dalam mengawal demokrasi di Sumatera Barat, mulai dari edukasi publik hingga melakukan pemantauan hasil pemilu melalui program yang dikenal sebagai Bongkar TPS.
Hal itu disampaikan Adrian yang akrab disapa Toaik saat menjadi narasumber dalam Podcast Bawaslu Sumbar yang tayang di kanal YouTube resminya, Kamis (19/6/2026).
Toaik menjelaskan, JPS merupakan organisasi yang menghimpun para pemilik media dan pemimpin redaksi di Sumbar. Organisasi tersebut berdiri sekitar enam tahun lalu sebagai wadah kebersamaan bagi media-media lokal.
Menurutnya, anggota JPS sebagian besar berasal dari media skala kecil dan menengah yang memiliki komitmen sama untuk menghadirkan informasi yang edukatif dan membangun.
“Kalau benar katakan benar. Kalau tidak benar, tolong diverifikasi terlebih dahulu,” kata Toaik.
Ia mengatakan media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.
Peran tersebut, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui pemberitaan sehari-hari, tetapi juga melalui berbagai program yang membantu masyarakat memahami proses demokrasi.
Salah satunya adalah program JPS Prototipe Pemilu atau yang lebih dikenal dengan Bongkar TPS. Melalui program tersebut, JPS melakukan pemetaan dan kajian terhadap hasil perolehan suara sebelum penetapan resmi dilakukan oleh KPU.
“Kami melakukan tracking terhadap sistem perolehan suara di KPU dan memproyeksikan siapa yang berpotensi terpilih sebelum penetapan resmi dilakukan,” ujarnya.
Menurut Toaik, keberadaan media sebagai pilar keempat demokrasi masih sangat relevan hingga saat ini.
Meski masyarakat kini memperoleh informasi dari berbagai platform digital, media tetap memiliki keunggulan karena menjalankan proses verifikasi dan berpedoman pada kode etik jurnalistik.
Ia berharap media di Sumbar terus menjaga independensi dan profesionalisme dalam mengawal berbagai proses demokrasi kedepan.
Saat ini, kata dia, JPS juga telah memasuki periode kepengurusan baru. Dalam musyawarah terakhir, dirinya kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut.
Meski sempat meminta agar kepemimpinan diberikan kepada sosok lain, ia akhirnya menerima amanah tersebut demi keberlangsungan organisasi. “Ini amanah. Karena teman-teman masih memberikan kepercayaan, ya bismillah saja,” katanya.
Toaik menegaskan JPS akan terus mengambil peran dalam memperkuat literasi demokrasi, meningkatkan kualitas informasi publik, serta menjadi mitra strategis berbagai lembaga dalam membangun demokrasi yang sehat di Sumatera Barat. (Gilang)














