Web Hosting
Web Hosting

Berita

Al Busyra Basnur: Indonesia dan Tiongkok Perlu Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi

16
×

Al Busyra Basnur: Indonesia dan Tiongkok Perlu Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi

Sebarkan artikel ini

Tiongkok, PilarbangsaNews

Pendidikan vokasi adalah salah satu jembatan strategis yang menghubungkan pendidikan dan industri. Pendidikan vokasi sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda, terutama angkatan kerja, tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga untuk menciptakan inovasi-inovasi baru, dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui industri.

 

 

Hal itu dikatakan oleh Al Busyra Basnur, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) pada 2026 Annual Conference of the China-Indonesia Vocational Education Development Education Center yang diselenggarakan di Yangzhou, Tiongkok Minggu (24/5/2026).

 

“Pendidikan vokasi yang kuat dapat mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, dan membantu industri agar tetap kompetitif dalam menghadapi pasar global,” kata Al Busyra.

 

Lebih lanjut, Al Busyra yang pernah bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika serta Konsul Jenderal RI di Houston (2010-2013) mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir dan ke depan dunia mengalami perubahan dengan cepat. Ekonomi digital, transformasi industri, manufaktur modern, energi hijau dan kecerdasan buatan, harus disikapi dengan penyiapan sumber daya manusia yang lebih baik.

 

Al Busyra Basnur

 

“Untuk membangun sumber daya manusia, Indonesia tidak bisa sendiri. Indonesia perlu bekerjasama dengan negara-negara yang memiliki kapasitas untuk itu, seperti Tiongkok,” kata Al Busyra.

 

“Karena itu, Indonesia dan Tiongkok perlu membangun kerja sama pendidikan dan juga dengan industri-industri yang ada di kedua negara tersebut”, tambahnya.

 

Dari Indonesia, hadir pada konferensi tersebut antara lain Rudi Suwito, Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT); Aswen S. Utomo, Wakil Sekjen PPIT; Jason Guo, Ketua KADIN Jiangsu di Indonesia; Afriyani dari kantor KADIN Jiangsu, Jakarta; Leenawaty Limantara Wakil Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya; Supangat Wakil Rektor Universitas 17 Agustus Surabaya; dan Nur Fauzi Soelaiman, Rektor Universitas Politeknik, Sukabumi.

 

Selain dari Indonesia, pembicara pada konferensi tersebut berasal dari berbagai lembaga pendidikan tinggi di Tiongkok.

 

Al Busyra Basnur pada 2026 Annual Conference of the China-Indonesia Vocational Education Development Education Center di Yangzhou, Tiongkok.

 

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih yang baru 2 bulan bertugas di KBRI Beijing, juga menyampaikan sambutan

 

Konferensi yang diselenggarakan oleh China-Indonesia Vocational Education Development Research Center, Yangzhou Polytechnic Institute tersebut dihadiri oleh 150 mahasiswa dan akademisi. Saat ini terdapat sekitar 80 mahasiswa Indonesia yang belajar di Institute dimaksud, dan merupakan mahasiswa asing terbanyak belajar kampus itu. (gk)