Web Hosting
Web Hosting
Berita

Soal Bangunan Ornamen Klenteng, Martius ; Tidak Perlu Dipermasalahkan Jika Tidak untuk Ibadah

47
×

Soal Bangunan Ornamen Klenteng, Martius ; Tidak Perlu Dipermasalahkan Jika Tidak untuk Ibadah

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Sejak viralnya bangunan berornamen klenteng di Pulau Cubadak, Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, banyak mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat dan perantau.

 

 

Walaupun sudah ditegaskan oleh pemerintah daerah Pessel jika bangunan beronamen klenteng bukan bangunan peribadatan atau keagamaan, namun tuntutan masyarakat tetap menolak bangunan berornamen klenteng itu.

 

Salah seorang perantau Pesisir Selatan Martius, SH. mengatakan, permasalahan bangunan berornamen klenteng tidak bisa dikaji hanya dari satu sudut pandang saja, tetapi harus dikaji dari beberapa sudut pandang.

 

Menurut Martius, setiap bangunan yang dibuat tentu ada fungsi sesuai dengan perizinan yang dikeluarkan pemerintah setempat, dan disetujui oleh masyarakat sekitarnya.

 

“Kalau bangunan berbentuk apapun termasuk menyerupai klenteng sapanjang tidak digunakan untuk aktifitas ibadah tetapi untuk kantor, seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Kecuali kalau digunakan untuk aktifitas beribadah tentu harus dapat persetujuan dengan syarat yang diatur oleh UU,” kata Martius kepada media, Minggu (26/4/2026).

 

Menurut Martius, seharusnya masyarakat mendapat sosialisasi terlebih dahulu sewaktu izin bangunan akan dikeluarkan, sehingga tidak salah paham, terutama bentuk bangunan dan fungsinya.

 

Ia menyampaikan masukan pada Pemda, jika bangunan berornamen klenteng ini tidak sesuai perizinan maka agar tidak terjadi keresahan, diminta kepada investor untuk memodifikasi kembali bangunan tersebut.

 

Pemda Pessel dan investor perlu duduk bersama dengan ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda untuk bisa menjelaskan apa sebenarnya bangunan berornamen klenteng tersebut.

 

“Mendatangkan investor untuk berinvestasi di suatu daerah cukup susah, dan kepercayaan investor tersebut harus benar-benar bisa mendapatkan rasa aman, nyaman untuk berinvestasi,” pungkas Martius. (ori)