Web Hosting
Web Hosting
Berita

Marwan Anas : Pemda Pessel Harus Segera Putuskan dengan Bijak Soal Bangunan Berornamen Klenteng di Pulau Cubadak

96
×

Marwan Anas : Pemda Pessel Harus Segera Putuskan dengan Bijak Soal Bangunan Berornamen Klenteng di Pulau Cubadak

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Kontroversi soal bangunan mirip klenteng di Pulau Cubadak, Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan ini masih menjadi teka-teki apa sebenarnya maksud dari dibangunnya bangunan mirip klenteng tersebut.

 

 

Penegasan bahwa bangunan mirip klenteng itu bukanlah untuk kegiatan keagamaan telah disampaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Kepala Badan Kesbangpol bahwa bangunan beronamen klenteng tersebut adalah private office owner atau bangunan kantor.

 

Namun masyarakat adat tidak bisa menerima bangunan mirip klenteng itu. Meskipun telah disebut private office owner, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ampang Pulai tetap meminta agar pemilik bangunan mencopot ornamen-ornamen tersebut. Permintaan tersebut telah disampaikan melalui Wakil Bupati Pessel Risnaldi Ibrahim.

 

Salah satunya tokoh masyarakat Kecamatan Koto XI Tarusan, Marwan Anas, yang juga mantan Anggota DPRD Pessel dari PPP itu meminta Pemda Pessel harus menyikapi aspirasi masyarakat dengan bijak.

 

Marwan Anas mengapresiasi terobosan posotif Pemda Pessel dalam mengembangkan sektor pariwisata di kawasan Mandeh ini. Namun begitu, dalam pengembangan pariwisata perlu diperhatikan faktor-faktor sosial dan adat istiadat setempat.

 

“Kita mendukung ninik mamak Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, yang meminta Pemda Pessel memfasilitasi kepada pihak investor agar merubah ornamen bangunan seperti klenteng itu,” kata Marwan Anas, anggota DPRD Pessel periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 ini kepada media, Sabtu (25/4/2026).

 

Ia menuturkan, Pemda Pessel harus segera memutuskan secara bijak dan profesional masalah ini, mungkin bisa didasari dari kesesuaian perizinan yang telah diberikan dengan bangunan yang kini ada. (ori)