Padang, PilarbangsaNews
Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Barat, Kota Padang, menciptakan inovasi baru dalam pelayanan serta edukasi kepada masyarakat khususnya warga yang ada di Kecamatan Padang Barat.
Kepala KUA Padang Barat Tasman, S.Sos.I,MM mengatakan kepada media bahwa dalam pelayanan maksimal pada masyarakat pihaknya bersama jajaran melakukan kemudahan apalagi semua sudah didukung dengan sistim online.
Selain dalam bidang pelayanan terkait urusan administrasi, KUA Padang Barat juga melakukan inovasi yang mungkin satu-satunya instansi pemerintah yang baru melakukan kegiatan dimana KUA Padang Barat memaksimalkan kegiatan jajarannya dalam bersinergi dan berkolaborasi dengan instasi lain untuk kesejahteraan dan kesehatan mental dan jasmani.
Tasman mengatakan bahwa ada tujuh inovasi KUA Kecamatan Padang Barat dibawah bimbingan Kementrian Agama Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Ketujuh inovasi itu adalah;
1. SAHARA (Sahabat Sehat Rohani dan Raga)
a.Pembinaan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin (Catin).
-Catin memahami penting nya kesehatan jasmani.
-Catin mendapatkan ilmu agama. pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesiapan mental spiritual membangun rumah tangga.
b.Pembinaan dan penyuluhan kepada pegawai Puskesmas Padang Pasir.
-Pegawai Puskesmas mendapatkan penguatan iman dan pemahaman ke agamaan.
-Pegawai Puskesmas mampu membaca Al Quran dengan lebih baik dan benar.
-Terjadi sinergi antara tenaga kesehatan dengan penyuluh agama dalam meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani masyarakat.
c.Penyuluhan di Posyandu Kecamatan Padang Barat.
-Masyarakat khususnya ibu dan anak memperoleh edukasi kesehatan jasmani dan rohani.
-Meningkatkan kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan fisik dan rohani.
-Posyandu menjadi wadah kolaborasi layanan kesehatan dan keagamaan di tingkat kelurahan.
2. LIMIT PELITA (Lima Belas Menit Peduli Lingkungan Kita)
-Lingkungan Kantor KUA Padang Barat bersih, indah dan nyaman.
-Terbangun budaya kerja ASN yang peduli lingkungan.
-Suasana pelayanan masyarakat berlangsung dalam suasana sehat dan menyenangkan.
3. KABA ZUHUR (Kajian Qabla Zuhur)
-Jamaah mendapat tambahan ilmu setiap hari.
-Terciptanya suasana mesjid yang hidup dengan kajian singkat.
-Terwujudnya keluarga sakinah. mawadah warahmah yang berakar dari pemahaman agama yang benar.
-Masyarakat semakin dekat dan percaya dengan layanan KUA.
4. MANIS (Mengkaji Ilmu Agama Nikmat dalam Majelis)
-Tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk belajar ilmu agama.
-Terwujudnya majelis taklim yang aktif inklusif dan moderat di tiap kelurahan.
-Terciptanya kerukunan dan harmoni sosial ditengah masyarakat Padang Barat.
5. BELANJA (Belajar Alquran Sampai Usia Senja)
-Ibu-ibu lansia mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar.
-Tumbuhnya semangat cinta Al Quran hingga usia senja.
-Tumbuhnya jamaah lansia yang berdaya dan berilmu bagi lingkungan dan keluarga.
6. BUMY (Bina Umat Melalui Yassinan)
-Terciptanya jamaah yang aktif dan rutin.
-Meningkatkan semangat kebersamaan ukhuwah dan kepedulian.
-Lansia lebih dekat dengan Al Quran dan ajaran agama Islam.
7. MERATA (Membina Remaja Ta’at Agama)
-Terwujudnya remaja masjid dan pelajar sekolah yang taat beragama, berakhlak mulia dan terhindar dari pengaruh negatif zaman.
-Sinergi antara masjid, mushala, sekolah dan masyarakat dalam membina generasi qurani.
-Meningkatkan ukhuwah dan semangat kepemimpinan islami di kalangan remaja Padang Barat.
(Rel)













