Web Hosting
Web Hosting
Artikel

Di Tanah Bencana, Semua Tertimbun Kecuali Solidaritas

166
×

Di Tanah Bencana, Semua Tertimbun Kecuali Solidaritas

Sebarkan artikel ini

Oleh: Adrian Tuswandi (Dewas LKBN Antara)

Peristiwa naas diakhir November, sejumlah kampung di Sumatera bagian utara disapu banjir bandang.

 

 

Hujan berhari-hari. Puncaknya Rabu pagi 27 November 2025 di Sumbar, Sumut dan Aceh nestapa. Sejumlah kampungpun diterjang banjir bandang.

 

Di Sumatera Barat pekikan minta tolong terdengar membahana ke seluruh negeri, sebut saja Salareh Aie, Malalak, Malalo, Jembatan Kamba, Lumin Park, Batu Busuak dan banyak lokasi terdampak. Air berwarna kecoklatan bergulung gulung deras buas mencari mangsanya.

 

Tidak sekedar air deras saja, tapi ada lumpur dan ada batang kayu jutaan kubik dibawanya, menghondoh siapa dan apapun menghadang. Seketika itu Ranah Minang baurai aie mato (berurai air mata)

 

Salareh Aie, Matur, Malalak, Jambatan Kama Silaing, Kasai, Malalo, Batu Busuk, Bayang, Solok, Ya Allah semua terendam lalu tertimbun, ratusan korban jiwa mengahadap Mu Ya Rabb dan ratusan rumah warga tertimbun.

 

Semua tertimbun oleh lumpur dan potongan kayu diduga kayu dari tebangan liar alias ilegal loging.

 

Tapi sesaat setelah bencana, tumbuh menjulang subur pohon raksasa bernama pohon solidaritas.

 

Pohon solidaritas dipupuk oleh narasi dan video jurnalis maupun netizen di banyak media sosial, menanarkan mata siapa saja membaca dan melihatnya.

 

Gelombang solidaritas pun mengalir deras ke titik bencana yang terisolasi, mulai spontanitas per orangan, komunitas relawan, selebgram negeri, hingga RI 1 dan RI 2 Republik Indonesia.

 

“Saya pastikan semua korban ditangani dan infrastruktur dibangun kembali,” seperti itulah Presiden RI Prabowo saat mengunjungi pengungsi di daerah bencana banjir bandang di Aceh, Sumut Sumbar.

 

Presiden pun menjadi panglima tertinggi menggelombang solidariats dan empati negeri.

 

Perusahaan BUMN pun bersipokok (bahu membahu) dan lewat aksi cepat dari COO Danantara Dony Oskaria.

 

“BUMN milik rakyat, dia harus hadir saat masyarakat membutuhkan, tunjukan pedulinya membantu daerah bencana di Sumatera, terus upgrade apa saja yang BUMN perbuat kepada korban dan daerah bencana itu,” ujar Dony saat rapat dengan petinggi BUMN di BIM Padang Senin 1 Desember 2025.

 

Wakil Rakyat dari Sumbar pun berjbaku bantu daerah bencana di Sumatra. Andre Rosiade, Kamis itu sudah berbaur dengan banyak korban di Padang. Dia terus bergerak peduli hingga Salareh Aie Palembayan Agam, Andre menggedor semua pintu tertutup kepedulian, semua untuk korban bencana.

 

Zigo Rolanda pun tak kenal waktu membantu banyak daerah bencana. Zigo pun berteriak bagaimana intage PDAM di Padang yang hancur karena galodo segera mungkin dilakukan tindakan perbaikan darurat, karena pasca banjir bandang Kota Padang krisis parah air bersih.

 

Rahmat Saleh, Hj Nevi Zuairina, Shadiq Pasadique dan Benny Utama, hingga Cindy Monika meski beda partai di DPR RI, untuk bencana mereka bergerak serempak selamatkan jiwa dan daerah bencana.

 

Para selebgram anak Minang pun bergerak peduli. Ada Ferry Irwandi, JS Khairen, Pras dan banyak yang lain tersentak menyaksikan dampak dahsyat bencana Sumbar. Dalam sehari saja Rp10 miliar terkumpul donasi untuk bencana banjir bandang Sumatera.

 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun menginisiasi donasi peduli satu jam saja. Allhamdulillah terkumpul Rp85 miliar. Lalu Dedi Mulyadi (KDM) juga dalam waktu singkat meraup donasi Rp7 miliar dan langsung beraksi menyalurkannya untuk Sumatera dari Kota Padang Sumbar.

 

Semua tertimbun, banyak kampung terisolasi, tapi sebaliknya tumbuh besar solidaritas negeri, menjadi bukti bencana Aceh, Sumut dan Sumbar adalah bencana Indonesia bahkan dunia.

 

Semua korban menangis, saudara se Indonesia pun sabak (berlinang air mata), seperti tidak membiarkan sedih dirasakan sendiri oleh korban banjir bandang itu. Presiden Prabowo pun dengan jajarannya menegaskan bahwa negara harus hadir di bencana Sumatera.

 

Melihat gelombang solidaritas bisa disebut bahwa penanganan bencana banjir bandang dilakukan secara nasional.

 

Ayo solidaritas, tubuh kekar dan gagahlah kamu, teduhi tanah bencana di Sumbar, Sumut dan Aceh.

 

Salam tangguh dan bangkit negeri kami! (*)

 

*) Isi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis