Web Hosting
Web Hosting
Berita

Doktor Ahli Stemsel Rahyussalim Dilewakan Bergelar Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang

421
×

Doktor Ahli Stemsel Rahyussalim Dilewakan Bergelar Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

 

 

Doktor dr. Rahyussalim, Sp.OT(K), seorang dokter ahli stemsel dan pengobatan tulang belakang terkemuka di Indonesia, dilewakan menyandang gelar sako adat Datuak Bagindo Nan Kuniang di Balairuang Basa LKAAM Sumbar, Komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Padang, Sabtu (22/11/2025) pagi.

 

Gelar sako adat ini berasal dari kaum Suku Koto, Saniang Baka, Kabupaten Solok, yang merupakan balahan (asal keturunan) Kaum Suku Koto Balanti, Kota Padang. Gelar ini menjalani proses baju gadang babalah duo (baju satu dibagi dua) dari gelar sako Datuak Bagindo Nan Gadang.

 

Prosesi malewakan gala sako ini dihadiri banyak tokoh, baik dari nasional dan Sumatera Barat, Gubernur, Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, Forkopimda Sumbar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Prof Datok Sabarul Afian Mokhtar, MD.,Ph.D dari Malaysia, Kepala OPD, ratusan Ninik Mamak dari Pengurus LKAAM Sumbar dan LKAAM Kabupaten/Kota serta Bundo Kanduang.

 

Acara yang megah dan dibalut sentuhan adat Minangkabau ini, dimulai dengan penyampaian kronologi gelar sako adat ini, dimana proses yang ditempuh adalah membahasnya berkali-kali di dalam kaum hingga didapat kata sepakat kaum, hingga kemudian dilakukan pengambilan sumpah penghulu di Kaum Suku Koto, Saniang Baka, pada bulan Oktober 2025 lalu.

 

Dr Rahyussalim Datuak Bagindo Nan Kuniang beserta istri dan Ketua LKAAM Sumbar Prof Fauzi Bahar Datuak Sati, Staf Ahli Gubernur Syaiful Bahri berfoto dengan tamu-tamu VIP.

 

“Hari ini adalah malewakan gelar sako adat Datuak Bagindo Nan Kuniang yang disandang oleh Angku Rahyussalim dari Suku Koto Belanti yang merupakan balahan dari Suku Koto Saniang Baka. Gelar ini berupa baju gadang babagi duo dari Angku Datuak Bagindo Nan Gadang yang juga hadir pada hari ini,” kata Ketua Panitia Arfa Kasni Dt. Tumangguang menjelaskan.

 

Selain tokoh-tokoh yang hadir secara langsung dengan pakaian kebesaran adatnya, proses melewakan gelar sako Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang ini juga disaksikan oleh banyak kerabat, sahabat dan masyarakat luas melalui sarana live streaming zoom.

 

Sementara itu Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati mengatakan, pemberian gelar sako kepada Rahyussalim makin menguatkan masyarakat adat karena diisi oleh sosok-sosok yang beraneka latar belakang, kali ini Datuak Bagindo Nan Kuniang memiliki kompetensi dibidang kesehatan.

 

Karena ketokohan Rahyussalim dibidangnya telah diakui, tidak saja di Indonesia, tetapi juga secara internasional, maka Datuak Bagindo Nan Kuniang hendaknya dapat pula bermanfaat untuk Sumatera Barat, baik dibidang kesehatan ataupun bidang lain.

 

Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Sati dan undangan menunggu kedatangan Dr. Rahyussalim Datuak Bagindo Nan Kuniang, dengan latar Masjid Raya Sumbar Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

 

“Kita apresiasi Angku Rahyussalim Datuak Bagindo Nan Kuniang yang telah mau mengemban gelar sako adat ini. Sebab tanggungjawab seorang penghulu cukup berat, selain menjaga anak kemenakan, menjaga harta pusako, menyelesaikan sengketo dan juga ikut bersama-sama menjaga kelestarian adat Minangkabau,” kata Prof. Dr. Fauzi Bahar Dt. Sati, yang juga Wali Kota Padang periode 2004-2014 ini.

 

Gubernur Sumbar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Syaiful Bahri, SP menyampaikan ucapan selamat atas pelewaan gelar adat kepada Rahyussalim berupa gelar sako Datuak Bagindo Nan Kuniang, sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk anak kemenakan dan nagari.

 

Menurut Gubernur, seorang penghulu memiliki sifat, antara lain amanah, berakal, berilmu, bijaksana, sabar, dan jujur. Sifat-sifat ini penting karena penghulu berperan sebagai pemimpin adat dan pelindung bagi anak kemenakannya, sehingga harus mampu dipercaya dan menyelesaikan masalah secara adil.

 

Dalam adat Minangkabau disebutkan bahwa seorang penghulu harus memiliki sifat Siddiq atau harus benar dalam berucap dan bertindak. Tidak benar sendiri saja, tetapi tentunya kebenaran dengan panduan agama Islam yaitu Al Qur’an.

 

“Penghulu harus amanah atau dipercaya, fatanah atau cerdas serta tabliq atau menyampaikan arahan dan nasehat kepada anak kemenakan dengan baik, sabar dan bijaksana,” kata Gubernur seperti disampaikan Syaiful Bahri, SP. (gk)