Web Hosting
Web Hosting
Berita

Pj Sekda Evafauza Yuliasman Tinjau Pulau Pamutusan: Mandeh Punya Potensi Sport Tourism Kelas Dunia

210
×

Pj Sekda Evafauza Yuliasman Tinjau Pulau Pamutusan: Mandeh Punya Potensi Sport Tourism Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

 

 

Pj Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan (Pessel), Evafauza Yuliasman, SE, M.Si, Datuak Togo Lareh melakukan kunjungan ke Pulau Pamutusan di Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Jum’at (14/11/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung perkembangan sarana dan prasarana wisata yang tengah dibangun oleh pihak swasta.

Dalam kunjungan itu, Evafauza menyampaikan Pulau Pamutusan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di Kawasan Mandeh.

Menurutnya, kawasan itu hanya akan tumbuh besar jika pemerintah dan pelaku usaha berani memulai gagasan-gagasan besar. Ia juga menekankan perlunya perencanaan matang agar wisatawan merasa aman ketika berkunjung.

Evafauza, dalam kunjungan itu juga menyoroti tingginya minat wisatawan dari Kota Padang yang ingin berkunjung ke Pulau Pamutusan di kawasan Mandeh tersebut, namun sebagian masih ragu menempuh perjalanan laut.

Kondisi tersebut, perlu dijawab dengan penguatan infrastruktur, standar keamanan, serta tata kelola kunjungan yang lebih baik.

Sebagaimana diketahui, kunjungan tersebut juga didampingi Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, N Riswandi, Kepala Dinas PUTR Pessel, Yusvianty, dan sejumlah pejabat eselon III dan IV lainnya. Rombongan berangkat menggunakan perahu motor dari Pelabuhan TPI Carocok Tarusan.

Perjalanan menuju Pulau Pamutusan memakan waktu sekitar satu jam. Dengan jarak garis lurus 12 kilometer, rombongan disuguhi bentang alam khas Mandeh yang memanjakan mata, mulai dari birunya perairan Mandeh hingga gugusan perbukitan hijau yang kokoh mengitari kawasan tersebut.

Sesampainya di pulau, rombongan disambut panorama alami yang memadukan pasir putih, air laut jernih, dan pepohonan kelapa yang tumbuh alami di tepian pantai. Suasana tenang, udara yang bersih, serta kontur lahan yang ideal menjadikan pulau itu sangat nyaman untuk dikunjungi.

Pada lahan seluas sekitar dua hektare yang terdapat di pulau itu, pihak pengembang tengah melakukan penataan sarana dan prasarana penunjang wisata.

Pulau itu juga memiliki perbukitan sebagai shelter alami, dan memberikan sudut pandang yang indah bagi wisatawan yang ingin menikmati lanskap Mandeh dari ketinggian.

Evafauza menjelaskan kawasan itu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sport and marine tourism. Aktivitas seperti olahraga air, petualangan laut, dan hiburan outdoor dinilai bisa memperkuat daya tarik Pulau Pamutusan di masa mendatang.

Ia menilai pengembangan menuju konsep tersebut belum terlambat. Justru saat ini merupakan momentum tepat untuk mengintegrasikan seluruh potensi yang ada agar Mandeh mampu bersaing dengan destinasi bahari lainnya di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Pulau Pamutusan sebagai destinasi baru akan memperkaya pengalaman wisata di Kawasan Mandeh. Dengan penataan yang tepat, pulau ini dapat menjadi salah satu ikon baru yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk memperkuat kepercayaan investor, pemerintah daerah akan melakukan langkah-langkah penyempurnaan perencanaan. Kolaborasi dengan pihak pengembang dianggap penting guna mempercepat integrasi konsep bahari dan garden tourism yang sudah lama dicanangkan.

Konsep wisata terpadu itu sebenarnya telah dirintis sejak lama. Kawasan Mandeh telah diproyeksikan sebagai kawasan wisata dengan kombinasi pesona laut, perbukitan, serta wisata buah yang tumbuh di sepanjang jalur kawasan.

Evafauza menjelaskan, sejarah pengembangan besar untuk kawasan Wisata Mandeh itu dimulai pada September 1997 di masa kepemimpinan Bupati Darizal Basir.

“Kala itu, melalui program Sapta Pengabdian, pemerintah daerah mulai membuka akses desa-desa yang sebelumnya terisolasi, sekaligus membangun pondasi awal pengembangan wisata Mandeh,” jelasnya.

Darizal Basir saat itu menggagas penyatuan kawasan bahari dengan wisata buah, sehingga sepanjang jalur Mandeh direncanakan ditanami berbagai jenis tanaman buah. Konsep tersebut perlu kembali dimunculkan dalam melakukan pengembangan, termasuk di Pulau Pamutusan sendiri.

Selain pengembangan pulau, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan gerbang pelabuhan representatif di kawasan TPI Carocok Tarusan. Gerbang ini akan menjadi pintu masuk utama menuju Mandeh, sekaligus mendukung branding kawasan wisata bertaraf internasional.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan mendorong penyelenggaraan berbagai event sport and music, seperti olahraga air jet ski cepat, untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Evafauza menegaskan seluruh hasil kunjungan, evaluasi lapangan, serta catatan strategis terkait pengembangan Pulau Pamutusan akan segera dilaporkan secara resmi kepada Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

Laporan itu akan menjadi bahan untuk menentukan langkah kebijakan berikutnya dalam percepatan pembangunan Kawasan Wisata Mandeh.

 

“Saya berharap upaya ini akan dapat mengangkat Kawasan Wisata Mandeh ke level internasional sesuai potensi alamnya yang sangat indah itu,” tutupnya. (gk)