Web Hosting
Web Hosting
Berita

SMK Muti Terpadu Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

398
×

SMK Muti Terpadu Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews 

 

 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Tiga (Muti) Terpadu Pekanbaru pada Jum’at (19/09/25) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menggelar kegiatan Tabligh Akbar yang sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Rasulullah.

 

Kepala SMK Muhammadiyah Tiga Pekanbaru, Drs. Alisman, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang luhur kepada generasi muda.

 

“Wujud rasa syukur kita diwujudkan melalui berbagai kegiatan lomba antar kelas di sekolah, mulai dari lomba tahfidz, lomba MTQ, lomba adzan, pidato, lomba nasyid, lomba Syarhil Qur’an, dan lainnya. Anak-anak diajak bergairah menyambut kelahiran Rasulullah SAW, karena beliau adalah pembawa risalah Islam yang menjadi petunjuk bagi umat manusia di seluruh dunia,” ungkap Alisman.

 

Menurutnya, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya diajak mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga diajarkan untuk mengamalkan pesan-pesan Rasul dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan sunnah menjadi pijakan untuk membentuk karakter dan akhlak mulia.

 

“Jangan sampai anak-anak kita tidak tahu kapan Rasulullah lahir, apa yang beliau bawa, dan bagaimana ajarannya membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Inilah yang terus kita ingatkan, agar mereka tidak terbawa oleh budaya instan yang mengabaikan sejarah dan ajaran Islam,” jelasnya.

 

Dalam penyampaian tabligh akbar oleh Ustadz Dr. Andree Armilis, M.A., M.Phil, menyampaikan pesan mendalam tentang perjalanan hidup Nabi yang sarat dengan ujian, namun penuh hikmah dan motivasi.

 

“Rasulullah diutus sebagai teladan bagi manusia. Karena itu, beliau berasal dari kalangan manusia biasa agar bisa dicontoh. Sejak kecil hingga usia muda, Nabi menjalani kehidupan penuh keprihatinan, namun mampu menjadikannya sebagai dorongan untuk berbuat lebih baik,” ujar Ustadz Andree.

 

Sejak lahir, Nabi Muhammad telah diuji dengan berbagai keterbatasan. Belum sempat merasakan kasih sayang ayah, beliau juga harus kehilangan ibunda pada usia enam tahun. Hidup berpindah-pindah dalam pengasuhan keluarga menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kepribadiannya.

 

Namun, kondisi itu tidak membuat Nabi larut dalam kesedihan. Sebaliknya, beliau menjadikannya motivasi untuk beramal dan berjuang lebih keras. “Nabi dijaga oleh Allah dari hal-hal yang sia-sia. Bahkan ketika masa kecil sempat tertarik menghadiri pesta pora, Allah menidurkan beliau di jalan, sehingga Nabi terhindar dari hal yang tidak bermanfaat,” terang Ustadz Andree.

 

Saat tinggal bersama pamannya, Abu Thalib, yang hidup sederhana dengan banyak anak, Nabi kecil menunjukkan rasa tanggung jawab. Pada usia delapan hingga sembilan tahun, beliau sudah membantu keluarga dengan menggembala ternak.

 

“Inilah teladan penting bagi para pemuda. Banyak anak sekarang merasa masih kecil tapi seleranya dewasa, sementara tanggung jawab diabaikan. Padahal dalam Islam, ketika seorang anak sudah baligh, berarti ia sudah dewasa dan harus mampu bertanggung jawab atas dirinya,” sebut Ustadz Andree.

 

“Kalau kita ingin meniru Nabi, kuncinya adalah tanggung jawab, kepedulian sosial, dan menjauhkan diri dari hal yang sia-sia. Semoga para siswa di sini tumbuh sebagai generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Mirza)