Pekanbaru, PilarbangsaNews
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kota Pekanbaru, Dr. Abdul Jamal M.Pd., melakukan kunjungan ke SMP Negeri 50 Pekanbaru dalam rangka meninjau kegiatan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dalam kunjungannya, Dr. Nilam Suri menegaskan pentingnya memastikan MPLS kepada anak didik baru dapat berjalan dengan ramah, nyaman, dan jauh dari praktik perundungan (bullying).
“Kami ingin memastikan anak-anak memasuki sekolah baru dengan perasaan senang, nyaman, dan tanpa tekanan. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi mereka,” tegas Nilam Suri di hadapan para guru dan siswa.
Ia mengapresiasi pelaksanaan MPLS di SMPN 50 yang sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah perlu diwarnai dengan berbagai program positif seperti pembiasaan senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa bersama, hingga edukasi tentang bahaya NAPZA.
Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan menjadi pondasi karakter anak ke depannya. Tidak hanya sebatas mengenal lingkungan fisik sekolah, MPLS juga menjadi momen membangun kebiasaan sehat, seperti dalam program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.
“BPMP hadir untuk mendukung sekolah-sekolah agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak harus bersyukur bisa bersekolah di tempat yang baik dan dekat dari rumah. Semangat baru harus terus dibangun saat mereka memasuki jenjang pendidikan baru,” tambah Nilam Suri.
Kepada pihak sekolah, ia juga berpesan agar menerima siswa dengan segala keunikan karakter yang mereka miliki. Guru dan tenaga pendidik diharapkan tidak memaksakan sesuatu di luar kemampuan anak, melainkan membantu mereka tumbuh sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang ada.
“Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga tempat membangun karakter, menempa bakat, dan menemukan diri mereka yang sesungguhnya. Jadikan sekolah rumah kedua yang selalu dirindukan,” tutup Nilam Suri.
Untuk pelaksanaan MPLS di tahun ajaran baru terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Pekanbaru yang secara aktif memantau pelaksanaan di berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Dr. Abdul Jamal M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah tingkat Dasar dan menengah telah berlangsung sesuai dengan aturan dan tanpa praktik kekerasan maupun perpeloncoan dan Bullying.
“Kita lihat tadi pelaksanaan MPLS sudah sesuai dengan juknis dari kementerian. Jadwalnya memang satu minggu, tetapi biasanya dipadatkan dalam tiga hari, sementara dua hari sisanya untuk pengenalan lebih lanjut, termasuk proses pembagian kelas,” ujar Abdul Jamal.
Jamal berharap, kegiatan MPLS ini menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam dunia pendidikan, di mana guru diharapkan lebih mengenal karakter dan latar belakang siswa sejak dini.
“MPLS ini bukan ajang kekerasan atau intimidasi, melainkan proses pendidikan yang membangun mental dan karakter siswa baru. Dinas Pendidikan dan BPMP berkomitmen akan mengawal proses ini agar berjalan ramah, edukatif, dan menyenangkan,” tutup Kadisdik Pekanbaru.
Untuk diketahui, MPLS bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum penting membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Mirza)













