Web Hosting
Web Hosting
Berita

Wawako Hadiri Pelatihan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Sektor Kehutanan Petani Agroforestry

335
×

Wawako Hadiri Pelatihan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Sektor Kehutanan Petani Agroforestry

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews 

 

 

Pemerintah Kota Padang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Pelatihan “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Sektor Kehutanan Petani Agroforestry” yang digelar di Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Jumat (11/7/2025).

 

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (RI).

 

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan rasa terima kasih atas digelarnya pelatihan tersebut di Kota Padang. Ia menilai kegiatan ini merupakan peluang strategis untuk mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor kehutanan melalui pendekatan agroforestry.

 

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Kehutanan atas kolaborasi luar biasa ini. Ini adalah bentuk konkret upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus solusi potensial dalam menekan angka pengangguran di Kota Padang,” ujar Maigus kepada wartawan seusai pembukaan acara.

 

Lebih lanjut, Maigus mengungkapkan bahwa Kota Padang masih menghadapi tantangan cukup besar dalam hal pengangguran. Namun, ia optimistis potensi sumber daya hutan yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan melalui pelatihan seperti ini.

 

“Kedepan, kita akan tindak lanjuti program ini melalui kerja sama Pemko Padang dengan Kementerian Ketenagakerjaan lewat Balai Latihan Kerja (BLK), serta menggandeng Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja di sektor-sektor potensial berbasis lokalitas.

 

“Kita ingin masyarakat desa sekitar kawasan hutan memiliki keterampilan agroforestry yang baik, sehingga dapat berkontribusi terhadap ekonomi keluarga tanpa merusak hutan,” ujar Yassierli. (Arman)