Web Hosting
Web Hosting
Berita

7 Siswa MAN 2 Padang Ikuti VC Internasional, Bahas Digital Wellness

35
×

7 Siswa MAN 2 Padang Ikuti VC Internasional, Bahas Digital Wellness

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Tujuh siswa MAN 2 Padang yang tergabung dalam English Club mengikuti video conference (VC) Generation Global, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema Digital Wellness atau penggunaan teknologi secara sehat.

 

 

Ketujuh siswa tersebut yakni M. Ryanda Rafi Putra, Ukeisya Jon Humaira, Leviana Renata, M. Fakih Setioroha, Marsha Hasanah, Audrey Airin Rusdi, dan Ahmad Lintang Althani.

 

VC ini diikuti 60 siswa dari tujuh negara, masing-masing Armenia 26 siswa, Meksiko 7 siswa, Indonesia 8 siswa, Filipina 2 siswa, India 1 siswa, Ukraina 11 siswa, dan Rwanda 5 siswa. Kegiatan dipandu koordinator Sanjay Bareja bersama co-host Fiona.

 

Wakil Kepala Bidang Akademik MAN 2 Padang, Yuliasman, hadir dalam kegiatan tersebut bersama pembina English Club Irmanepo serta guru Bahasa Inggris Rafi’ah dan Annisa.

 

Pembina English Club MAN 2 Padang, Irmanepo, menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wadah bagi siswa untuk terlibat dalam dialog lintas budaya dengan peserta dari berbagai negara.

 

“Konferensi video bertema Digital Wellness ini merupakan sesi internasional yang menghadirkan partisipasi beragam dan mendorong terjadinya dialog lintas budaya di antara siswa,” ujar Irmanepo.

 

Dalam sesi diskusi, para peserta saling bertukar pandangan terkait pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi. Salah seorang peserta dari MAN 2 Padang, Audrey Airin Rusdi, menilai bahwa konsep digital wellness sangat relevan dengan kehidupan saat ini.

 

“Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik, kualitas tidur, hingga kesehatan mental. Karena itu, penting untuk menemukan batas antara kehidupan digital dan kehidupan nyata,” ujarnya.

 

Menurut Audrey, dengan menerapkan digital wellness, seseorang dapat menjadi lebih produktif, mampu berkomunikasi secara efektif, serta menjaga kesehatan diri.

 

Sementara itu, M. Ryanda Rafi Putra menyoroti pentingnya literasi digital dalam menghadapi maraknya informasi hoaks di media sosial. Ia mengusulkan agar kesadaran tentang membedakan informasi faktual dan hoaks ditingkatkan di lingkungan keluarga dan pertemanan.

 

“Perlu edukasi tentang ciri-ciri informasi hoaks, termasuk konten berbasis kecerdasan buatan, agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi,” kata Ryanda. (Arul)