Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Kekecewaan dan sorotan dari publik serta tokoh pemerhati olahraga sepakbola atas absennya Kabupaten Pesisir Selatan dalam cabang olahraga sepakbola Porprov XVI tahun 2026.
Sorotan itu datang dari Syaptono salah satu tokoh sepakbola yang telah malang melintang dengan segudang pengalaman. Ia menyayangkan ketidakikutan Cabor sepakbola Pesisir Selatan dalam ajang Porprov tahun ini.
Ia menuturkan, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki segudang talenta-talenta berbakat di olahraga sepakbola, yang telah berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
“Ajang Porprov ini bukan sekedar ajang mencari juara atau mencari medali, namun hakikat terpenting yaitu bagaimana para pemain mendapatkan wadahnya untuk mengembangkan potensinya. Ini cukup disayangkan, kenapa sepakbola Kabupaten Pesisir Selatan absen. Ini harus menjadi evaluasi bersama bagi pengurus sepakbola kedepanya, agar hal ini tidak terulang kembali,” kata Syaptono yang mengantongi Sertifikat Kepelatihan Lisensi D dan C Nasional dan pengalamama bermain di berbagai klub seperti Palapa (Divisi 2 Jaksel), Kijang Sakti Jakarta, POP Pusat Jakarta (Divisi Utama Persija).
Hal yang sama juga disampaikan salah satu putra Pesisir Selatan berada di rantau, Hendry Koto, yang memiliki segudang pengalaman melatih PS Pessel di ajang Porprov.
Hendry Koto yang juga Goal Keeper Coach ini sangat menyayangkan ketidakikutan PS Pessel dalam ajang Porprov XVI Tahun 2026.
“Kabupaten Pesisir Selatan gudangnya pemain dan para pelatih yang telah berskala nasional dan internasional. Begitu juga pemain yang berlebel Timnas. Ini sangat disayangkan kalau Pessel tidak ikut Cabor sepakbola di Porprov XVI ini,” kata Hendry Koto yang mengantongi lisensi D, C, B, B diploma dan C Goal Keeper, dengan pengalaman melatih di berbagai usia muda U-17. Ia juga pernah melatih Goal Keeper Arema Indonesia, Asifa Malang, PS Pessel, Rans Nusantara dan Asifa.
Terakhir Hendry Koto berharap, para pemain muda, talenta muda Pessel bisa keluar dari zona aman untuk berani bersaing di luar daerah. Selain itu, kemajuan olahraga, khususnya sepakbola bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah semata, ataupun KONI semata.
“Peran pihak ketiga yang ada di Kabupten Pesisir Selatan juga hal penting lainnya dalam mendukung kemajuan olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan, seperti pengusaha dan tokoh-tokoh masyarakat,” kata Hendry Koto yang juga pernah bermain untuk berbagai tim sepakbola besar di Indonesia. (ori)

















