Padang, PilarbangsaNews
Keunggulan Kota Payakumbuh di Cabor Tenis Lapangan tak terbantahkan. Petenis unggulan pertama, Siti Sarah resmi mengukuhkan diri sebagai Ratu Tunggal Putri Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026.
Perjalanan Siti Sarah (27) menuju emas benar-benar tak terbendung. Mendapat bye di babak awal, ia langsung tancap gas di perempat final dengan menang 8-1 atas Sondang Pahmadika (Sawahlunto). Sondang sendiri sebelumnya menang 8-6 atas Rona Balqis.
Di semifinal, Siti Sarah, kelahiran tahun 1999 ini kembali menang meyakinkan 8-1 atas kuda hitam Ratu Violenza Efendi (Kab. Pasaman). Ratu melaju ke semifinal usai mengalahkan Miekey Neldawati 8-3 dan Fuji Rahman 8-1.
Puncaknya di final yang digelar Sabtu (10/10/2026) pukul 10.45 WIB di Lapangan Tenis Indoor UNP, Siti Sarah berhadapan dengan Dini Restu Alimi (Kota Padang). Dini yang merupakan unggulan ketiga melaju ke final lewat jalur berat, menang 8-1 atas Raihana Aska Mazaya dan menang 8-2 atas Dina Restu Alimi di semifinal.
Namun di partai puncak, pengalaman Siti tak terbendung yang pernah meraih juara ganda putri TNI-Polri pada Turnamen Tenis Piala Panglima tahun ini. Ia menang telak 8-1 atas Dini Restu Alimi dan mengunci medali emas tunggal putri.
Dengan hasil ini, untuk kategori Tunggal Putri, medali emas diraih Siti Sarah (Kota Payakumbuh), perak Dini Restu Alimi (Kota Padang), dan perunggu bersama Ratu Violenza Efendi (Kab. Pasaman) serta Dina Restu Alimi (Kota Payakumbuh).
Emas ini sekaligus menjadi penebus kekalahan tim beregu putri Payakumbuh yang sehari sebelumnya harus puas dengan perak usai dikalahkan Kota Solok 1-2 di final dramatis.
Rasa syukur terpancar dari wajah Siti Sarah usai memastikan emas. Saat diwawancarai media ini dengan masih mengalungkan medali dan memegang boneka maskot Porprov, ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan.
“Alhamdulillah saya mendapatkan medali emas dari tunggal putri perorangan. Terima kasih,” ujar Siti Sarah yang bertugas sebagai salah seorang prajurit wanita berpangkat Sertu di Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) ini.
Sementara itu pelatihnya, Hengki Trinanda mengatakan keberhasilan Siti adalah bukti nyata ketangguhan mental.
“Bermain tunggal menuntut kemandirian dan fokus tingkat tinggi, dan dia telah menunjukkan kelasnya sebagai seorang juara. Sebagai pelatih, saya menyaksikan bagaimana dia mengatasi keraguan dirinya sendiri di setiap sesi latihan tunggal. Prestasi hari ini adalah buah manis dari kemandirian dan dedikasi tanpa henti,” pungkas Hengki.
Dengan tambahan satu emas ini, koleksi medali tenis Payakumbuh di Porprov XVI menjadi 1 emas dari tunggal putri, 1 perak dari beregu putri, dan 1 perunggu dari ganda campuran. (gk)



















