Web Hosting
Web Hosting
Berita

Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Agung : Menata Kota Demi Kesejahteraan Masyarakat

168
×

Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Agung : Menata Kota Demi Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Menutup tahun 2025, Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota H. Markarius Anwar bersama seluruh OPD menggelar refleksi akhir tahun sekaligus silaturahmi bersama insan pers, pada Rabu (31/12/2025).

 

 

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Pekanbaru memaparkan capaian kinerja selama satu tahun kepemimpinan yang disebut sebagai periode penuh tantangan, namun sarat pembenahan fundamental.

 

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan bahwa capaian tersebut bukan kerja personal, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), media, dunia usaha, dan masyarakat.

 

“Apa yang kami capai hari ini bukan kerja saya sendiri. Ini kerja kolektif. Peran media sangat besar, mengawasi, mengkritik, sekaligus memberi masukan. Karena itu, capaian ini patut kita syukuri bersama,” ujar Agung.

 

Saat awal menjabat, Agung Nugroho dan Markarius Anwar dihadapkan pada kondisi fiskal yang berat. Pemerintah Kota Pekanbaru tercatat memiliki utang tunda bayar mencapai Rp467 miliar. Namun dalam kurun waktu satu tahun, utang tersebut berhasil dilunasi secara signifikan, menyisakan puluhan miliar rupiah.

 

Ditengah upaya pelunasan utang, pemerintah kota Pekanbaru tetap menjaga kepercayaan publik dengan memastikan pelayanan dasar tetap berjalan, termasuk kesejahteraan aparatur sipil negara. Tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 14 bulan akhirnya dibayarkan lunas.

 

“Kami berkomitmen, tidak boleh ada pegawai yang tidak sejahtera. Alhamdulillah, TPP sudah dibayarkan penuh,” tegasnya.

 

Dalam bidang infrastruktur, Pemko Pekanbaru mencatat perbaikan dan pengaspalan jalan sepanjang 42,3 kilometer melampaui target awal yang hanya sekitar 20 kilometer. Anggaran lebih dari Rp100 miliar digelontorkan melalui Dinas PUPR, disertai semenisasi dan perbaikan drainase oleh Dinas Perkim.

 

Upaya normalisasi drainase dan sungai dilakukan untuk menekan genangan dan banjir di sedikitnya 20 titik rawan. Sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City, pemerintah juga menanam 15.000 pohon di berbagai kawasan kota.

 

Masalah sampah yang sempat berstatus darurat kini disebut telah tertangani hingga 80 persen. Pemerintah membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan, menindak pembuang sampah ilegal, serta menjalin kerja sama dengan PT ICE untuk pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui program sampah menjadi energi listrik atau Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL).

 

Salah satu kebijakan yang menyita perhatian publik adalah penertiban 175 tiang reklame ilegal. Menariknya, kebijakan ini justru meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor reklame hingga lebih dari 150 persen.

 

“Selama ini banyak pembiaran. Itu bukan hanya pelanggaran, tapi juga sampah visual bagi kota khususnya dalam hal PAD,” kata Agung.

 

Di sektor parkir, Pemko Pekanbaru juga menurunkan tarif parkir kendaraan bermotor dan mulai 1 Januari 2026 menerapkan sistem parkir gratis di ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Pemerintah juga meminta manajemen ritel memberi ruang UMKM bagi juru parkir yang terdampak kebijakan tersebut.

 

Di bidang pendidikan, Pemko meluncurkan program Zero Anak Putus Sekolah. Saat awal menjabat, terdapat 178 anak yang putus sekolah, termasuk di pesantren dan sekolah swasta. Seluruhnya kini kembali bersekolah, lengkap dengan bantuan seragam dan perlengkapan.

 

Pemerintah juga meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama, serta menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah dan ibu hamil. Program ini telah menjangkau sekitar 85 persen target dapur MBG melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

 

“Di sektor kesehatan, pemerintah kota Pekanbaru juga membuka jam pelayanan di puskesmas-puskesmas akan diperpanjang. Terhitung mulai dari tanggal 2 Januari 2026, puskesmas akan beroperasi dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB,” jelas Wali Kota Pekanbaru.

 

Pemerintah Kota Pekanbaru juga memberi perhatian pada budaya dan ekonomi kreatif. Festival Budaya Melayu digelar di kawasan bersejarah Tuan Kadi Senapelan, disertai berbagai kegiatan kreatif, termasuk Pekanbaru 10K Run.

 

Di bidang keagamaan dan sosial, Pemko Pekanbaru telah menyelenggarakan nikah massal yang diikuti 71 pasangan serta berhasil mengantarkan Pekanbaru meraih Juara II Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau.

 

Menutup tahun 2025, Pemko Pekanbaru juga melantik 5.138 pegawai PPPK paruh waktu, memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor.

 

Wali Kota Pekanbaru mengatakan meski intensitas pertemuan langsung dengan media tidak sesering sebelumnya, namun ia menegaskan komunikasi tidak pernah terputus.

 

“Mungkin kita jarang bertemu, tapi komunikasi lewat pesan tidak pernah berhenti. Kritik di media kadang menyenangkan, kadang juga ‘menyeramkan’, tapi itu bagian dari demokrasi,” tutup penyampaian Agung sambil tersenyum.

 

Hampir satu tahun kepemimpinan Agung Nugroho menjadi fase penataan dasar Kota Pekanbaru dengan menyelesaikan beban masa lalu sekaligus menyiapkan pijakan menuju kota yang lebih tertib, hijau, dan berkeadilan sosial. (Mirza)