Padang, PilarbangsaNews
Langkah menuju panggung internasional tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik dan mental bertanding, tetapi juga persiapan perjalanan yang matang.
Hal itu terlihat dari aktivitas Prof. Dr. Dra. Yuli Yetri, M.Si., akademisi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang (PNP), yang mendatangi Money Changer Lapau Pitih Internasional Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjelang keberangkatan keluar negeri.
CEO PT. Equator Valuta Asing, Dr. Herry Zulman, M.Sc.SE.Akt. menceritakan keberangkatan sembilan mahasiswa PNP ke Malaysia, menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti pada ruang kelas dan laboratorium.
Mahasiswa didorong untuk berani tampil, berkompetisi dan menguji kemampuan di arena internasional. Pendampingan dosen seperti dilakukan Prof.Dr.Yuli Yetri menunjukkan bahwa perjuangan mahasiswa menuju kompetisi internasional membutuhkan dukungan dari banyak sisi.
Dari kampus mereka belajar. Dari bandara mereka berangkat. Di Malaysia mereka bertanding. Dan dari sana, mereka membawa harapan untuk mengibarkan nama Indonesia lebih tinggi.
Kedatangan Prof. Dr. Yuli Yetri tersebut ke Money Changer Lapau Pitih Internasional Cabang Bandara Minangkabau berkaitan dengan persiapan keberangkatan kontingen mahasiswa PNP akan mengikuti kompetisi internasional di Malaysia.
Salah satu kebutuhan penting dalam perjalanan ke negeri jiran tersebut adalah kesiapan mata uang Ringgit Malaysia.
Penukaran valuta asing menjadi bagian dari persiapan agar kebutuhan transaksi selama berada di Malaysia dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Sembilan Mahasiswa PNP Siap Bawa Nama Indonesia
Sebanyak sembilan mahasiswa PNP dipersiapkan untuk mengikuti ajang perlombaan dan kompetisi internasional di Malaysia. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa pendidikan vokasi untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, inovasi, serta kompetensi yang dimiliki di hadapan peserta dari berbagai negara.
Bagi PNP, keberangkatan tersebut bukan sekadar perjalanan mengikuti perlombaan. Ada nama kampus ikut dibawa ke arena kompetisi internasional.
Karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan materi perlombaan, mental mahasiswa, pendampingan dosen hingga kebutuhan perjalanan dan transaksi selama berada di luar negeri.
Kehadiran Prof. Yuli Yetri di Lapau Pitih Cabang Bandara menjadi salah satu gambaran nyata bahwa pendampingan terhadap mahasiswa dilakukan hingga aspek operasional perjalanan.
Ringgit Malaysia, Kebutuhan Penting bagi Wisatawan ke Negeri Jiran
Aktivitas penukaran Ringgit Malaysia juga memperlihatkan bahwa kebutuhan valuta asing terus bergerak mengikuti mobilitas masyarakat Sumatera Barat, baik untuk pendidikan, perjalanan dinas, bisnis maupun wisata.
Malaysia menjadi salah satu tujuan luar negeri yang cukup dekat dan populer bagi masyarakat Sumatera Barat. Selain hubungan pendidikan dan bisnis, perjalanan wisata juga ikut mendorong kebutuhan terhadap Ringgit Malaysia.
Kondisi tersebut membuat keberadaan layanan penukaran valuta asing di kawasan bandara memiliki peran strategis. Wisatawan maupun masyarakat akan bepergian ke luar negeri dapat mempersiapkan mata uang negara tujuan sebelum melanjutkan perjalanan.
Lapau Pitih Hadir di Pintu Gerbang Perjalanan Internasional
Manager Lapau Pitih Internasional Cabang Bandara, Akmal Amin, A.Md. mengatakan layanan penukaran valuta asing di kawasan bandara ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat membutuhkan mata uang asing sebelum maupun sesudah melakukan perjalanan.
Lapau Pitih Internasional Cabang Bandara berada di Selasar Kedatangan Internasional BIM Padang, sebuah lokasi yang bersentuhan langsung dengan arus penumpang internasional.
Aktivitas penukaran Ringgit Malaysia oleh pendamping kontingen PNP menjadi salah satu contoh kebutuhan valuta asing muncul dari berbagai aktivitas internasional masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Pendidikan Vokasi Menembus Batas Negara
Keberangkatan sembilan mahasiswa PNP ke Malaysia sekaligus menjadi sinyal bahwa pendidikan vokasi di Sumatera Barat semakin aktif membuka ruang kompetisi di tingkat internasional.
Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan dan inovasi dalam kompetisi yang memiliki standar lebih luas.
Dukungan dosen dan institusi menjadi faktor penting agar mahasiswa dapat tampil maksimal. Persiapan perjalanan dilakukan secara matang diharapkan membuat para peserta dapat berkonsentrasi pada tujuan utama: bertanding, berprestasi, dan mengharumkan nama Politeknik Negeri Padang serta Indonesia di panggung internasional.
Di sisi lain, meningkatnya mobilitas pendidikan, bisnis dan wisata ke luar negeri turut membuka peluang semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan valuta asing.
Lapau Pitih Internasional pun hadir mengambil bagian di tengah pergerakan tersebut menghubungkan kebutuhan masyarakat akan valuta asing dengan semakin tingginya aktivitas Indonesia di ruang Internasional. (Zul)



















