Web Hosting
Web Hosting
Berita

Prof Thaib dan Prof Noorlena Pantau Cricket Porprov di Surga Surfing Dunia

×

Prof Thaib dan Prof Noorlena Pantau Cricket Porprov di Surga Surfing Dunia

Sebarkan artikel ini

Tua Pejat, PilarbangsaNews

Ada cerita haru di balik gebukan bola kriket di Lapangan SP 1 Sipora Jaya. Jika Porprov Sumbar XVI/2026 bergulir 2–14 Oktober 2026 nanti, itu adalah penanda 14 tahun perjalanan cricket di Ranah Minang.

 

 

Adalah Zaid Asraf, peletak dasar permainan cricket di Sumatera Barat 14 tahun silam. Ia didatangkan langsung oleh pendiri Cabor Cricket Sumbar Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar bersama dua koleganya dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Thaib Harun dan Prof. Dr. Noorlena.

 

Sejarah itu berputar kembali. Pada Porprov XVI/2026 ini, dua guru besar asal perguruan tinggi negeri di Malaysia tersebut kembali hadir di Sumbar. Dua hari menjelang Porprov berlangsung, Prof. Dr. Thaib Harun dan Prof. Dr. Noorlena sudah mendarat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

 

Misi mereka tidak sekadar nostalgia. Selain memantau standar venue Cabor Cricket yang berlokasi di Lapangan SP 1 Sipora Jaya, juga mengawasi jalannya pertandingan Cabor ini hingga tuntas.

 

Porprov Sumbar XVI/2026 di Bumi Sikerei kali pertama ini memang istimewa bagi Mentawai. Kabupaten kepulauan yang dipimpin Rinto Wardana itu secara resmi mengajukan kesiapan menjadi tuan rumah lima cabor, dan dipercaya penuh untuk cabang surfing, cricket, kabaddi, dan MMA yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Porprov Sumbar.

Cricket di Tengah Surga Sport Tourism

Dan tak kalah mengasyikkan, dua guru besar Malaysia ini juga langsung jatuh cinta dengan Mentawai. Di sela memantau venue, mereka menikmati suasana pantai dan alam Kepulauan Mentawai yang masih perawan.

 

Inilah bumbu sesungguhnya Porprov 2026. Bukan sekadar arena tanding, Mentawai siap menyulap Porprov XVI Sumbar menjadi panggung sport tourism kelas dunia.

 

Ketika atlet Cricket beradu strategi di Sipora Jaya, hanya beberapa kilometer dari situ, sebanyak 39 peselancar terbaik Sumbar akan menari di atas ombak Katiet – spot yang selama ini hanya ada di majalah surfing internasional.

 

Mentawai memang bukan kaleng-kaleng. Daerah ini disebut sebagai daerah tujuan wisata pantai paling populer di Sumbar, bahkan untuk surfing termasuk salah satu lokasi terbaik di dunia, ombaknya bisa mencapai 20 meter. Catatan Disparpora, Mentawai memiliki 32 spot lokasi untuk olahraga surfing.

 

Pantai Katiet sendiri bukan sekadar soal kompetisi. Di balik ombaknya, ada perahu nelayan yang bersandar, anak-anak bermain di pasir putih, dan deretan pohon kelapa yang seolah menjaga pantai dari hiruk-pikuk dunia luar. Keasrian inilah yang menjadi daya tarik utama. Bahkan peselancar dunia menyebut Mentawai sebagai “The Disneyland of Surfing”.

 

Bagi Prof. Thaib dan Prof. Noorlena, ini adalah cricket yang berbeda. Jika 14 tahun lalu mereka merintis kampus UNP dan kawasan Komplek Sekora Pasir Putih Tabing Padang dengan fasilitas seadanya, kini mereka melihat cricket dimainkan di pulau terluar, di antara resort mewah yang tumbuh karena turis asing yang ingin menikmati eksotisme Mentawai, dengan latar Samudera Hindia.

 

Dari Sipora Jaya, Cricket tidak hanya soal bowling dan batting. Ia telah menjadi jembatan akademik Malaysia-Minang, sekaligus pintu masuk Mentawai mendunia lewat sport tourism. (Gilang)