Web Hosting
Web Hosting
Berita

Penyair Australia Asal Vietnam Mai White Ungkap Karya Puisi Bisa Jadi Perekat Persahabatan Antar Bangsa

×

Penyair Australia Asal Vietnam Mai White Ungkap Karya Puisi Bisa Jadi Perekat Persahabatan Antar Bangsa

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Seorang penyair asal Vietnam yang tinggal di Australia, Mai White, hadir di Padang dan menyampaikan bahwa puisi dan karya-karya sastra lainnya, adalah aset literasi yang bernilai tinggi dan sejatinya dapat menjadi perekat persahabatan antar-bangsa.

 

 

“Saya asli Vietnam tapi tinggal di Australia karena bersuamikan orang Australia. Maka selama di Australia saya menulis puisi-puisi tentang kerinduan kepada tanah kelahiran saya Vietnam. Saya tinggal jauh karena saya merantau seperti juga banyak dilakukan orang Minang,” kata Mai White.

 

Selama hampir dua jam, Mai White berinteraksi dengan puluhan seniman Sumatera Barat dalam bentuk dialog, baca puisi dan ramah tamah di Mini Theater Youth Center, Padang, Sabtu (10/10/2026) pagi hingga siang.

 

Ketua DPD SatuPena Sumbar Dra. Sastri Yunizarti Bakry, Akt.,M.Si (kanan) didampingi Dra. Zusneli Zubir, M.Hum (Peneliti BRIN) dan Teinike Yulvera, S.S.,MM. (Sekdis Perpusip Kota Padang)

 

Karena kecintaan Mai White kepada tanah kelahirannya dan dukungan terhadap budaya bisa menjadi perekat persahabatan antarbangsa, ia menerbitkan pula beberapa kumpulan puisi dan Majalah Multicultural Press Australia.

 

Acara yang digagas oleh DPD SatuPena ini dihadiri Ketua DPD SatuPena Sumbar Dra. Sastri Yunizarti Bakry, Akt.,M.Si., Wali Kota Padang diwakili Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Padang Dr. Syamdani, S.Pd.,M.Pd., Kadis Perpusip Kota Padang diwakili Sekdis Teinike Yulvera, S.S.,MM., Sekretaris DPD SatuPena Sumbar Bagindo Armaidi Tanjung, puluhan budayawan, penyair dan pegiat seni lainnya.

 

Pada kesempatan itu Mai White menceritakan tentang proses kreatifnya dalam menulis puisi dan sekaligus menyerahkan buku kumpulan puisi karyanya dan Majalah Multicultural Press Australia kepada Wali Kota Padang dan juga untuk beberapa undangan.

 

Penyair Mai White menyerahkan donasi buku untuk koleksi kepada Sekdis Dinas Perpusip Kota Padang Teinike Yulvera, S.S.,MM.

 

Tidak lupa Mai White mendonasikan beberapa kumpulan puisi dan Majalah Multicultural Press Australia yang diberikan khusus untuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang, yang diterima langsung oleh Sekdis Teinike Yulvera, S.S.,MM.

 

Buku-buku yang didonasikan ke Disperpusip adalah “Trace Of The Way Home” karya Mai White, “Epic of Eurasia” karya Cao Shui, “Home Is A Moving Stream” karya Mai White dan Majalah Multicultural Press Australia yang memuat laporan penyelenggaraan Internasional Minangkabau Literasi Festival (IMLF4) 2026 di Bukittinggi beberapa waktu yang lalu.

 

“Terima kasih Mrs Mai White atas donasi bukunya untuk Dinas Perpusip Kota Padang, tentu akan menambah dan memperlengkap koleksi buku-buku yang ada di Perpustakaan Umum Kota Padang,” kata Sekdis Perpusip Kota Padang Teinike Yulvera, S.S.,MM.

 

Wali Kota Padang diwakili Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Dr. Syamdani, S.Pd.,M.Pd. menyampaikan sambutan dalam acara “Rantau dan Rhythm” di Mini Theater Youth Center

 

Wali Kota Padang diwakili Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Dr. Syamdani, S.Pd.,M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mai White ke Kota Padang dan perhatiannya pada budaya merantau yang juga menjadi ciri khas dari kehidupan masyarakat Minangkabau.

 

Dengan adanya interaksi Mai White dengan seniman dan budayawan di daerah ini, kata Wali Kota, akan dapat saling memotivasi dalam berkarya dan menghasilkan kekayaan literasi untuk dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia.

 

Acara bertajuk “Rantau dan Rhythm : Ketika Puisi Menjadi Tuan Rumah” ini diisi dengan peluncuran dua buku yaitu “Seven Summits West Sumatera” karya Two Efly dan Azib Fattah Mandala Putra dan “Smart Book, Augmented Real” karya Rifky S. Jamal dkk.

 

Sebagai persembahan penutup acara, tujuh penyair Sumbar membacakan puisi bertema persahabatan antar bangsa untuk Mai White. Mereka adalah Yeni Ibrahim, Fauzul El Nurca, Murziyenni, Nurhayani, Marniyeti, Uncu Munur dan Rezkya Amelia. (Gilang)