Web Hosting
Web Hosting
Berita

Pengusaha Mengeluh Bencana Kabut Asap, Pesona Sumbar Jangan Sampai Terganggu

×

Pengusaha Mengeluh Bencana Kabut Asap, Pesona Sumbar Jangan Sampai Terganggu

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi ini mulai menjadi perhatian karena bukan hanya menyangkut kualitas udara dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memberi dampak terhadap sektor pariwisata dan mobilitas wisatawan yang datang ke Sumbar.

 

Kondisi kabut asap di Kota Padang bahkan mendapat perhatian dari BPBD Kota Padang yang pada 7 Oktober 2026 mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang di sejumlah lokasi terlihat menurun.

Di sisi lain, data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat pada 8 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB menunjukkan parameter kualitas udara di stasiun pemantauan Padang perlu menjadi perhatian bersama.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku usaha bersentuhan langsung dengan mobilitas masyarakat dan wisatawan, termasuk aktivitas valuta asing di kawasan Kedatangan Internasional Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

CEO PT. Equator Valuta Asing Dr. HM Herry Zulman, M.Sc.,SE.,Akt melihat kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena citra destinasi wisata sangat berkaitan dengan kenyamanan dan pengalaman wisatawan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Sumatera Barat.

 

“Kalau kondisi udara kurang baik berlangsung lama, tentu kita harus waspada terhadap dampaknya terhadap mobilitas wisatawan dan aktivitas pariwisata. Kenyamanan wisatawan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra destinasi,” ujar Herry.

Menurutnya, BIM merupakan salah satu pintu masuk penting wisatawan ke Sumatera Barat. Karena itu, berbagai pihak perlu menjaga agar pelayanan kepada wisatawan tetap optimal meskipun kondisi lingkungan sedang menghadapi persoalan kabut asap.

Apalagi, minat wisatawan mancanegara terhadap Sumatera Barat masih menunjukkan perkembangan. PT KAI Divre II Sumatera Barat, misalnya, mencatat 5.427 pelanggan WNA hingga Agustus 2026, meningkat 6,70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jangan Sampai Kabut Asap Redupkan Pesona Wisata Sumbar

Sumatera Barat memiliki berbagai destinasi unggulan, mulai dari kawasan pantai, pegunungan, budaya Minangkabau hingga wisata kuliner. Namun, kondisi udara yang memburuk berpotensi memengaruhi kenyamanan wisatawan ketika melakukan aktivitas luar ruang.

 

Karena itu, menurut Dr. Herry Zulman, M.Sc.,SE.,Akt, penanganan kabut asap tidak hanya menjadi urusan sektor lingkungan dan kesehatan, tetapi juga perlu dilihat dari perspektif ekonomi dan pariwisata.

 

“Pariwisata itu sangat bergantung pada kenyamanan. Kalau wisatawan datang dan mendapatkan kondisi udara kurang baik, tentu mereka bisa ikut terpengaruh, jual beli valas akan menurun. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan wisatawan terkait kondisi udara maupun aktivitas penerbangan, sehingga tidak muncul kekhawatiran yang berlebihan.

 

Kabut asap memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan kunjungan wisatawan. Namun, bila berlangsung berkepanjangan, persoalan tersebut dapat menjadi tantangan tambahan bagi industri pariwisata Sumatera Barat.

Jangan sampai pesona Sumatera Barat yang selama ini menjadi magnet wisatawan justru tertutup pekatnya kabut asap. (Zul)