Pekanbaru, PilarbangsaNews
Muflihun S.STP., M.AP secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Pemuda Pekanbaru (IPP) Periode 2025-2030 yang bertempat di Lapangan Bukit Putera Senapelan pada Sabtu (07/02/26) malam.
Acara pelantikan pengurus IPP ini juga dikemas dengan kegiatan Kenduri Anak Pekan dengan menyajikan bazar UMKM, lomba lagu Melayu, lomba fashion show, dan pertunjukan seni budaya Melayu lainnya yang digelar selama dua hari kedepan.
Sementara itu, Muflihun, S.STP., M.Si., menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi kepemudaan yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, langkah awal bagi IPP untuk menata arah gerak organisasi, baik dalam program jangka pendek maupun jangka panjang. Fokus utama IPP ke depan adalah membangun kemandirian organisasi melalui penguatan sektor ekonomi dan pemberdayaan anggota.
“Kita ingin IPP ini mandiri. Ke depan akan kita benahi organisasi, mulai dari penguatan UMKM anggota, sektor ekonomi, hingga rencana pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IPP,” ujar Muflihun.
Selain sektor ekonomi, IPP juga menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan. Salah satu langkah yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan lahan dan pengembangan tanaman konsumtif yang dapat memberi nilai ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
“Ketahanan pangan juga menjadi perhatian kami, dengan mencoba pengembangan tanam-tanaman konsumtif dan menggali berbagai potensi lain yang dimiliki pemuda Pekanbaru,” tambahnya.
Dalam menjalankan program-program tersebut, IPP menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah dinilai penting agar program kepemudaan sejalan dengan agenda pembangunan daerah. “IPP akan selalu mendukung dan mensupport program-program kerja pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru,” kata Muflihun.
Saat ini, keanggotaan IPP tercatat sekitar 210 orang. Dalam jangka panjang, IPP menargetkan pengembangan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan agar peran pemuda semakin dekat dengan masyarakat.
Lebih dari sekadar organisasi, IPP ingin menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh pemuda Pekanbaru tanpa memandang latar belakang suku dan daerah asal. Muflihun menegaskan bahwa IPP dibangun atas dasar rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap Kota Pekanbaru.
“Kita mungkin berasal dari berbagai daerah, nenek moyang kita bisa dari Aceh sampai Papua, tapi hari ini kita semua adalah orang Pekanbaru. Inilah rasa korsa yang ingin kita bangun bersama,” tegasnya.
“IPP ini adalah rumah bersama. Tempat kita berkumpul, bercerita, menghadapi masalah bersama, senang bersama, dan sakit bersama. Di situlah makna hidup dan kebersamaan itu kita rasakan,” tutup Muflihun. (Mirza)











