Web Hosting
Web Hosting
Berita

Masyarakat Nagari Sitanang dan Ampalu Sambut Hangat Reses Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah

350
×

Masyarakat Nagari Sitanang dan Ampalu Sambut Hangat Reses Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, PilarbangsaNews

 

 

Reses perorangan anggota DPRD Provinsi Sumbar dari daerah pemilihan (Dapil) V Payakumbuh-Limapuluh Kota, Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah, SH, Rabu (30/7/2025) berlangsung di dua nagari yaitu di Kecamatan Lareh Sago Halaban, yakni Nagari Sitanang dan Nagari Ampalu.

 

Pertemuan dengan konstituen dari politisi Partai PPP tersebut pagi hari hingga siang berlangsung di Nagari Sitanang di aula kantor wali nagari. Kedatangan Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah disambut hangat masyarakat.

 

Wali Nagari Sitanang Ardison Dt. Tulahir dan Ketua Bamus Hafnin mengawali kegiatan ini dengan menyampaikan hantaran katanya.

 

“Terima kasih kita ucapkan kepada Pak Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah selaku anggota DPRD Provinsi dari Dapil V yang telah menjalankan tugas dan amanah yang kita berikan bersama,” ucap Hafnin.

 

“Pak Wirman tak lain merupakan putra daerah dari Kecamatan Lareh Sago Halaban, tepatnya dari Nagari Balai Panjang. Kesempatan emas bagi kita untuk menyampaikan aspirasi kepada beliau di forum resmi ini,” sebut ketua Bamus.

 

Sementara itu, Wali Nagari Ardison Dt. Tulahir mengatakan, ucapan terima kasih disampaikan kepada Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah yang telah menyelenggarakan resesnya di Nagari Sitanang.

 

“Reses bagi anggota dewan merupakan forum resmi saat ini. Mari kita manfaatkan kahadirannya ditengah tengah masyarakat dengan menyampaikan apa yang dibutuhkan masyarakat untuk kepentingam bersama, seperti jaringan irigasi, dan lain sebagainya,” kata wali nagari.

 

Suasana reses Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah

 

Wirman Dt. Pangeran sendiri pada kesempatan tersebut menjelaskan kepada peserta reses yang hadir tentang maksud dan tujuan kedatangannya.

 

“Reses bagi kami anggota dewan merupakan wadah resmi menjaring aspirasi dari masyarakat. Dalam pertemuan resmi dengan masyarakat ini sampaikan aspirasi. Kalau yang mengusulkan pembangunan sesuatu maka akan kami perjuangkan di provinsi. Belum tentu semuanya terakomodir atau terkabulkan,” jelas Dt. Pangeran Nan Putiah.

 

Pada kesempatan tersebut mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dua periode ini juga menyampaikan informasi tentang perubahan nama untuk kelompok yasin. “Kelompok yasin harus dirubah namanya menjadi majlis taklim. Pengurusnya harus di SK-kan oleh wali nagari dan terdaftar di Kemenag. Kelompok yasin tidak bisa lagi mendapatkan dana pokir, karena aturan yang berubah tadi di tingkat provinsi diganti dengan majlis taklim,” papar Dt. Pangeran Nan Putiah.

 

Disamping itu, lanjut Wirman, tak satupun masjid dan mushalla di Nagari Sitanang yang memasukkan proposal bantuan. “Sayang sekali tak ada satupun saya menerima proposal minta bantuan dari pengurus masjid dan mushalla di Nagari Sitanang pada tahun ini. Padahal jumlah pokir saya untuk tempat ibadah cukup lumayan banyak,” ungkapnya.

 

Dalam sesi tanya jawab, berbagai permintaan dan permohonan disampaikan masyarakat, seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, mesin traktor, hingga pemberdayaan adat salingka nagari.

 

Tidak kalah hangatnya, sambutan masyarakat Nagari Ampalu juga antusias ketika menerima kedatangan Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah. Aula pertemuan kantor wali nagari yang cukup luas itu dipenuhi masyarakat.

 

Pertemuan ini dibuka Wali Nagari Ampalu Asrizal yang mengatakan kepada peserta yang ikut reses agar memanfaatkan kehadiran Dt. Pangeran Nan Putiah ini.

 

Ampalu, merupakan nagari yang terletak paling ujung selatan Kabupaten Limapuluh Kota. Nagari ini memiliki karakteristik tersendiri, karena berbatas langsung dengan Provinsi Riau dan Kabupaten Sijunjung.

 

Dalam sesi tanya jawab tentang batas antara Nagari Ampalu dengan Provinsi Riau, warga bernama Irmansyah itu menyampaikan banyak hasil hutan Ampalu yang dibabat yang diduga masyarakat dari Provinsi Riau.

 

Disamping itu, tentang pohon karet yang cukup banyak di nagari ini produksinya namun harga jualnya masih rendah. Juga aspirasi tentang irigasi yang rusak dan yang belum dibangun.

 

Generasi muda dalam wadah Karang Taruna juga menyampaikan aspirasinya dengan memohon bantuan peralatan musik. Begitupun dari unsur ninik mamak yang berharap agar KAN memiliki kantor sendiri.

 

Wirman sendiri pada kesempatan tersebut mencatat aspirasi masyarakat. Hanya saja ada satu hal yang disayangkan, tidak satupun kelompok tani di Nagari Ampalu ini yang mengajukan permintaan bibit tanaman.

 

“Kalau di Nagari Sitanang tak satupun masjid dan mushalla yang mengajukan proposal bantuan, kalau di Nagari Ampalu ini tak satupun kelompok tani yang yang mengajukan proposal bantuan bibit. Padahal pokir saya satu miliar rupiah untuk ini,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan tersebut Kordinator Penyuluh Lareh Sago Halaban dari Dinas Pertanian mewanti wanti masyarakat untuk tidak menyalahgunakan pupuk bersubsidi. Anggota kelompok tani yang coba-coba menyalahgunakan pupuk subsidi ini dengan menjual ke pihak ketiga nanti bisa berujung menjadi masalah hukum. (wba)