Web Hosting
Web Hosting
Berita

Mampu Tekan Biaya Produksi, Gagasan Sawah Pokok Murah Akan Diuji di Tiga Daerah Sumbar

371
×

Mampu Tekan Biaya Produksi, Gagasan Sawah Pokok Murah Akan Diuji di Tiga Daerah Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews 

 

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menguji coba gagasan sawah pokok murah yang tengah viral di media sosial. Gagasan ini berasal dari putra daerah Sumbar, Ir. Djoni, dan ramai diperbincangkan masyarakat.

 

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Febrina Tri Susila Putri, SP, M.Si, menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Aula Diskominfotik Sumbar, Kamis (3/7/2025).

 

“Iya, Sawah Pokok Murah ini sudah begitu viral di seliwiran Sumbar. Namun, nanti akan kita uji coba dahulu di beberapa daerah, sehingga  dapat dikembangkan lagi,” ujar Febrina.

 

Febrina mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan uji coba sawah pokok murah di tiga daerah. Ketiganya yaitu Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok.

 

“Tiga daerah itu akan jadi lokasi uji coba. Sebab, di beberapa wilayah program ini berhasil, namun di tempat lain belum. Jadi tentu kita laksanakan uji cobanya tahun ini,” jelas Febrina.

 

Uji coba ini dilakukan untuk menilai efektivitas program yang diklaim mampu menekan biaya produksi petani. Selain itu, program ini juga disebut-sebut berpotensi meningkatkan hasil panen secara efisien.

 

Febrina juga menyoroti pentingnya regenerasi petani di Sumatera Barat. Saat ini, 70 persen petani masih berasal dari generasi kolonial. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong hadirnya petani milenial.

 

Pemprov Sumbar telah membentuk Brigade Pangan yang bertugas mendampingi petani mulai dari pra-panen hingga pascapanen. Brigade ini turut mendapatkan dukungan dan bantuan dari pemerintah.

 

“Petani milenial sudah ada di seluruh kabupaten dan kota. Saat ini jumlahnya sekitar 60 orang, dan SK-nya langsung dikeluarkan Menteri,” ungkap Febrina.

 

Pemerintah berharap uji coba sawah pokok murah dapat memberi solusi nyata bagi petani Sumbar. Selain itu, kehadiran petani milenial diharapkan membawa perubahan dalam praktik pertanian masa kini. (Gilang)