Web Hosting
Web Hosting
Berita

Kisah Patriadi: Dari Kampung Tangah ke Tempat Aman Setelah Banjir Bandang Menerjang

278
×

Kisah Patriadi: Dari Kampung Tangah ke Tempat Aman Setelah Banjir Bandang Menerjang

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025) malam memicu banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah. Curah hujan tinggi itu memperburuk kondisi permukiman warga dan menambah titik kerusakan di berbagai lokasi. Situasi ini menuntut langkah cepat dari semua pihak untuk membantu masyarakat yang masih terdampak.

 

 

Ketua Jaringan Pemred Sumbar, Adrian Tuswandi, turun langsung meninjau kondisi korban pada Jumat (28/11/2025). Ia mengunjungi sejumlah titik terdampak untuk melihat kebutuhan warga secara langsung. Selama kunjungan itu, ia juga menemui Patriadi, salah satu warga yang selamat dari banjir bandang di Kota Padang.

 

Pada kesempatan tersebut, Adrian meminta Patriadi menjelaskan kembali kronologi kejadian. “Assalamualaikum, saya sekarang bersama salah satu korban banjir bandang Padang, Sumatera Barat, Pak Patriadi. Kejadiannya bagaimana, Pak?” tanya Adrian.

 

Patriadi lalu memaparkan kondisi yang ia alami. “Kejadiannya sekitar jam 9 hari hujan lebat, Pak, Kamis malam,” ujar Patriadi. Ia mengatakan air mulai naik setelah bagian hulu tersumbat. “Jadi pas malam itu ada airnya. Ulu akhirnya itu yang tersumbat… Jadi melebar airnya, Pak,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa keluarganya bertahan sepanjang malam sebelum akhirnya keluar dari lokasi. “Ini jam 10 malam sampai pagi saya dan keluarga bertahan. Dari pagi keluar, kesianglah, ke siang,” tuturnya.

 

Patriadi menyebut ia berasal dari Kampung Tangah, Kuranji dan bergerak ke wilayah aman. “Keluarnya ke Kampung Tanjung, di Buo Binturun, Kuranji, Padang,” jelasnya.

 

Adrian mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Ia menilai kondisi saat ini membutuhkan koordinasi cepat dari semua unsur. Menurutnya, liputan langsung dari berbagai pihak akan membantu mempercepat penyaluran bantuan.

 

Lebih lanjut, Adrian mengajak masyarakat tetap waspada menghadapi potensi hujan susulan. Ia juga meminta warga menjaga keselamatan diri dan keluarga serta mengikuti arahan pemerintah daerah. “Kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat agar tetap berhati-hati. Jaga diri, jaga keluarga, jaga bersama. Semoga lekas pulih kembali Sumatera Barat,” ujar Adrian.

 

Sebagai informasi, beberapa wilayah hingga Jumat siang masih mengalami genangan air. Sejumlah warga juga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Pemerintah daerah terus memobilisasi bantuan dan alat berat untuk mempercepat penanganan darurat. (Gilang)