Web Hosting
Web Hosting
Berita

Jembatan Gantung Koto Rawang Pessel Senilai Rp7,4 Miliar, Rampung Dibangun

×

Jembatan Gantung Koto Rawang Pessel Senilai Rp7,4 Miliar, Rampung Dibangun

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Politisi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VI, Andre Rosiade, melakukan kunjungan kerja ke Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (20/8/2026).

 

 

Tinjauan lapangan dilakukan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, untuk melakukan pengecekan penyelesaian pembangunan jembatan gantung diwilayah itu.

 

Kedatangan ke Koto Rawang di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Andre Rosiade juga membawa Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, bersama jajaran dan ikut mendampingi Kadis PUPR Pessel Japeri, S.T.,M.Si.

Jembatan yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat tersebut telah mencapai realisasi pekerjaan 100 persen. Pembangunannya ditujukan untuk mengembalikan akses masyarakat setelah jembatan lama rusak dan terputus akibat diterjang banjir bandang pada Maret 2024.

 

Andre Rosiade mengatakan, pembangunan jembatan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat Koto Rawang yang kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.

 

“Pertama kita ucapkan syukur Alhamdulillah bahwa sesuai permintaan masyarakat Koto Rawang kepada kami ini bisa kita wujudkan. Alhamdulillah kita diberikan anggaran oleh pemerintah pusat, pemerintah Presiden Prabowo, melalui Kementerian PU dan Balai Jalan yang mengeksekusi,” ujar Andre.

 

Berdasarkan papan informasi pekerjaan yang terpasang di lokasi, pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang memiliki nilai kontrak Rp7.409.070.000 ditambah PPN 11 persen. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 8 Desember 2025, dengan masa kontrak selama 240 hari kalender. Sementara tanggal PHO tercatat pada 4 Agustus 2026.

 

Pekerjaan tersebut memiliki masa pemeliharaan selama 365 hari kalender, dengan rencana FHO pada 3 Agustus 2027. Lokasi pekerjaan tercatat berada di Kabupaten Pesisir Selatan dan progres realisasi berdasarkan papan informasi telah mencapai 100 persen.

 

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, mengatakan Jembatan Gantung Koto Rawang merupakan salah satu dari lima jembatan gantung yang dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Pembangunan tersebut dilakukan berdasarkan usulan pemerintah daerah yang kemudian turut disampaikan Andre Rosiade kepada Menteri Pekerjaan Umum.

 

“Ada lima jembatan gantung yang kita bangun di Pesisir Selatan. Alhamdulillah tiga jembatan gantung sudah bisa kita realisasikan. Salah satunya sekarang yang kita kunjungi ini adalah Jembatan Gantung Koto Rawang,” kata Elsa.

 

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang mulai dikontrak pada Desember 2025 dan selesai pada Agustus 2026.

 

Menurut Elsa, total panjang jembatan tersebut mencapai 100 meter, dengan biaya pembangunan bagian bawah sekitar Rp7,5 miliar.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Koto Rawang yang dinilai memberikan dukungan selama proses pembangunan sehingga pekerjaan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

 

“Harapan kami, kami juga mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah masyarakat di Koto Rawang ini sangat support kepada Pak Andre, sehingga tidak ada hambatan selama kita proses pelaksanaan,” ujarnya.

 

Elsa meminta masyarakat bersama-sama menjaga jembatan yang telah dibangun agar dapat berfungsi sesuai umur layanan yang direncanakan.

 

Ia sekaligus menjelaskan mengenai pembatasan kendaraan yang melintas di atas jembatan. Berdasarkan peruntukannya, jembatan gantung tersebut tidak diperbolehkan digunakan kendaraan secara rutin.

 

Jembatan diperuntukkan terutama bagi pejalan kaki, sementara kendaraan hanya dapat melintas dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan dan kebutuhan darurat.

 

“Ini hanya bisa diperuntukkan untuk ambulans. Jadi kalau ada emergensi untuk membawa masyarakat yang sakit, ini masih bisa dilakukan. Tapi kalau untuk sehari-hari dilewati kendaraan, kami khawatir umur jembatan kita ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” jelas Elsa.

 

Pembangunan jembatan baru tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Koto Rawang. Sebelumnya, akses penghubung di kawasan itu mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang pada Maret 2024.

 

Setelah jembatan utama terputus, masyarakat sempat menggunakan jembatan darurat yang dibangun menggunakan material kayu hingga baja ringan. Dalam penggunaannya, jembatan darurat tersebut bahkan sempat terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

 

Dengan selesainya pembangunan jembatan permanen, akses masyarakat diharapkan menjadi lebih aman dan mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan perekonomian.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesisir Selatan, Japeri, yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan yang sedang berada di Jakarta, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pembangunan tersebut.

 

Ia juga mengapresiasi dukungan Andre Rosiade dalam mendorong realisasi pembangunan jembatan gantung di Pesisir Selatan. “Dari lima jembatan gantung yang direncanakan, tiga sudah selesai,” ujar Japeri.

 

Ia berharap pembangunan jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus dapat dijaga bersama agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

 

Pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan konektivitas masyarakat di daerah, khususnya wilayah yang sebelumnya terdampak bencana dan mengalami keterbatasan akses akibat rusaknya infrastruktur penghubung. (ori)