Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Keluhan keluarga pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M. Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan terkait ketersedian obat yang sering kosong ataupun kurang lengkap, akhirnya mendapat jawaban dari pihak rumah sakit.
“RSUD Dr. M. Zein berusaha seoptimal mungkin dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Masalah obat yang dibutuhkan pasien, kami bekerjasama dengan Pos Indonesia Painan akan mengantar obat secara lengkap, langsung ke rumah pasien. Jadiatau keluarga pasien. Jadi pasien tidak harus menghabiskan waktu menunggu obat di RS,” kata Direktur RSUD Dr. M. Zein Painan dr. Dona Hamrita, M.Kes didampingi beberapa orang Kasi kepada pengurus PWI Kabupaten Pesisir Selatan, dalam acara KOPI-Pessel, Kamis (1/10/2026).
Menurut Dona, ketersedian obat yang dikeluhkan keluarga pasien bukan disengaja ataupun perencanaan. Ini disebabkan karena RS masih memiliki tangungan atau hutang pada pihak ketiga yang bekerjasama dengan pihak rumah sakit, tentang obat-obatan.
Pihak rumah sakit Dr. M. Zein Painan saat ini bekerjasama dengan pihak perusahaan farmasi obat yang legalitas dan keberadaanya cukup profesional, serta eksistensinya tidak usah diragukan.
Dituturkan Dona, keberadaan perusahaan farmasi obat ini memiliki sistem cukup ketat, selektif dan profesional. Jika pihak rumah sakit tidak melunasi pembayaran biaya obat, maka secara otomatis sistem akan terkunci secara langsung.
“Jika hutang biaya obat telah ditutup, maka secara otomatis sistem tersebut akan terbuka langsung. Hal ini yang menjadi hal kendala kenapa ketersediaan obat kita sering terlambat,” tegasnya.
Dengan kondisi yang ada saat ini, pihaknya akan tetap berusaha seoptimal mungkin dalam memberikan pelayanan terbaik pada pasien dan masyarakat, salah satunya mengantar obat ke rumah pasien bekerjasama dengan Pos Indonesia Painan. Ini wujud nyata dan komitmen RSUD Dr. M. Zein Painan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.
Menurut dr. Dona Hamrita, M.Kes., sampai saat ini Baznas Kabupaten Pesisir Selatan memiliki hutang pasien bermasalah sebesar Rp4,5 miliar, walaupun sedikit demi sedikit telah diangsur dibayarkan.
“Kita juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana, SDM, fasilitas, pelayanan dan hal lainnya dalam mendukung kualitas pelayanan yang lebih baik. Termasuk dalam pengelolaan parkir akan bekerjasama dengan pihak ketiga,” kata Dona.
Terakhir, Dona berharap dukungan dan kerjasama dari pengurus PWI Pessel mendukung program yang ada. Pihaknya juga akan terbuka dan siap menerima saran, kritikan dan masukan yang sifatnya positif untuk kebaikan RSUD Dr. M. Zein Painan.
Dona juga mengapresiasi kegiatan KOPI-Pessel, ini wadah positif dalam rangka menjalin kemitraan dan kolaborasi bersama pihak rumah sakit dan PWI Pessel.
KOPI-Pessel ini dihadiri Ketua PWI Pessel Roby Octora Romansa dan pengurus PWI Pessel lainnya. (ori)

















