Web Hosting
Web Hosting

Artikel

Dari Rantau untuk Ranah: Menguatkan SDM Rang Pasisia melalui Badan Diklat DPP PKPS

7
×

Dari Rantau untuk Ranah: Menguatkan SDM Rang Pasisia melalui Badan Diklat DPP PKPS

Sebarkan artikel ini

Oleh : Agusmardi *)

Pesisir Selatan tidak pernah benar-benar jauh dari hati para perantaunya. Di manapun mereka berada, denyut kampung halaman tetap hidup dalam pikiran dan tindakan. Rasa memiliki itu menjadi kekuatan besar yang selama ini mengalir tanpa henti, membawa gagasan, dukungan finansial, hingga tenaga untuk membangun daerah tercinta.

 

 

Ikatan emosional antara rantau dan kampung bukan sekadar cerita lama, melainkan energi nyata yang terus tumbuh. Namun, agar semangat ini tidak terputus oleh waktu dan generasi, diperlukan langkah yang lebih terarah dan tar lembaga.

 

Di sinilah pentingnya kehadiran Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) DPP Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) masa bakti 2025-2030. Sebuah gagasan strategis yang hadir untuk memastikan kesinambungan kontribusi perantau bagi Pesisir Selatan.

 

Kepengurusan DPP PKPS periode ini, yang dipimpin oleh Ketua Umum Adi Karsyaf, SH, MH dan Sekretaris Jenderal Bakri Maulana, SE, MP, telah resmi dikukuhkan di Jakarta pada 13 September 2025.

 

Momentum ini menjadi titik awal penguatan organisasi secara lebih sistematis.

 

Mengusung falsafah Minangkabau, “Sakali aia gadang, sakali tapian barubah,” kepengurusan ini menyadari bahwa setiap zaman membawa tantangan baru. Karena itu, diperlukan strategi baru yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.

 

Ketua Umum Adi Karsyaf menegaskan lima pilar utama organisasi, yaitu gagasan, finansial, sumber daya manusia, obsesi, dan kemistri.

 

Dari lima pilar tersebut, sumber daya manusia menjadi fondasi paling penting.

 

Tanpa sumber daya manusia yang kuat, gagasan tidak akan berkembang, finansial tidak akan bertahan, dan kebersamaan tidak akan terjaga. Oleh sebab itu, Badan Diklat hadir sebagai motor penggerak peningkatan kualitas manusia Pesisir Selatan.

 

Sekretaris Jenderal Bakri Maulana juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan keharmonisan dalam tubuh organisasi. Soliditas tidak lahir begitu saja, melainkan harus dibangun melalui proses pembelajaran dan pelatihan yang berkelanjutan.

 

Badan Diklat DPP PKPS dirancang bukan sekadar sebagai penyelenggara pelatihan biasa. Ia menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader rang Pasisia di rantau untuk tumbuh dan berkembang.

 

Salah satu fokus utamanya adalah kaderisasi organisasi. Melalui program Diklat Dasar PKPS, para pengurus di berbagai tingkatan akan dibekali pemahaman tentang organisasi, sejarah, serta nilai-nilai kebersamaan yang menjadi jati diri.

 

Selain itu, Badan Diklat juga berperan dalam menjaga kualitas sumber daya manusia Pesisir Selatan. Generasi muda perantau akan diberikan pelatihan vokasi dan kewirausahaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Pelatihan seperti digital marketing untuk UMKM, pengelolaan sektor perikanan, hingga pengembangan pariwisata Mandeh menjadi langkah konkret dalam meningkatkan daya saing generasi muda.

 

Tidak hanya berfokus pada rantau, Badan Diklat juga hadir untuk membangun kampung halaman. Program “Pulang Basamo Mambangun Nagari” menjadi jembatan antara ilmu di rantau dengan kebutuhan di kampung.

 

Melalui program ini, masyarakat akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan nagari, literasi keuangan keluarga, hingga pendidikan adat bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri.

 

Badan Diklat juga akan berfungsi sebagai pusat data dan pemikiran strategis PKPS. Data perantau yang memiliki keahlian akan dihimpun untuk menjadi kekuatan bersama dalam membangun Pesisir Selatan.

 

Dengan adanya basis data yang kuat, potensi daerah dapat dipetakan secara lebih akurat.

 

Dari sinilah lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat disampaikan kepada pemerintah daerah.

 

Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara perantau dan pemerintah dalam membangun daerah. Kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Momentum pembentukan Badan Diklat ini dinilai sangat tepat. Pada Juli 2026, PKPS akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Rakernas ini dapat menjadi titik awal pengesahan Badan Diklat sekaligus pelaksanaan program perdana yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

Rencana pelaksanaan Diklat Angkatan I di Gedung Serba Guna PKPS Padang menjadi langkah nyata yang menunjukkan keseriusan organisasi dalam membangun sumber daya manusia.

 

“Jaga Pessel” bukan sekadar slogan. Ia adalah gerakan nyata yang berakar dari kesadaran bersama untuk mempersiapkan generasi yang cakap, rukun, dan mampu memberi manfaat bagi daerah.

 

Semangat ini menjadi panggilan bagi seluruh perantau untuk terus berkontribusi, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga ilmu dan pengalaman.

 

Kini saatnya kita bersama-sama menyiapkan masa depan Pesisir Selatan yang lebih baik. Dengan Badan Diklat DPP PKPS, harapan itu bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju perubahan.

 

Sakali aia gadang, sakali tapian barubah. Sudah saatnya kita membangun tapian baru, dengan generasi yang lebih siap, lebih kuat, dan lebih peduli terhadap kampung halaman.

 

*) Putra Lengayang, Pesisir Selatan, berdomisili di Kota Padang

**) Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis