Pasaman PilarbangsaNews
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 tahun 2026 berlangsung dengan suasana berbeda. Tak hanya diisi berbagai perlombaan dan kegiatan untuk masyarakat, momentum hari jadi daerah itu juga dimeriahkan pentas seni dan hiburan rakyat yang menghadirkan sejumlah artis Minang.
Salah satu penampilan yang paling menyedot perhatian masyarakat adalah aksi Ajhay Pasma, musisi, pencipta lagu dan produser musik asal Muara Manggung, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
Ajhay Pasma tampil membawakan sejumlah lagu hits ciptaannya sendiri di panggung utama GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Selasa (5/10/2026) malam.
Penampilan putra daerah tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi acara. Lagu-lagu Minang yang sudah dikenal luas membuat suasana pentas hiburan rakyat semakin semarak.
Kehadiran Ajhay Pasma sekaligus menjadi gambaran bahwa Pasaman memiliki potensi besar di bidang seni dan musik patut terus dikembangkan.
Kepada awak media, Ajhay Pasma mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadirkan pentas rakyat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Pasaman ke-81.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menghadirkan hiburan gratis bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga.
Kita sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah dengan adanya acara pentas rakyat ini. Selain memberikan hiburan gratis bagi masyarakat, kegiatan seperti ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama UMKM dan sektor lainnya di wilayah setempat,” ujar Ajhay.
Ia berharap kegiatan seni dan hiburan rakyat dapat terus menjadi bagian dari agenda daerah karena memiliki manfaat yang luas, baik untuk masyarakat maupun bagi pelaku seni lokal.
Ajhay Pasma dan PISDAY
Di penghujung pernyataannya, Ajhay Pasma menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81.
Ia berharap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pasaman dapat terus terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari Pasaman, Menembus Panggung Musik Minang.
Ajhay Pasma, yang juga dikenal sebagai Pasmarizal merupakan penulis lagu, komposer dan musisi yang dikenal melalui karya-karya musik slow rock dan Minang.
Namanya semakin dikenal setelah sejumlah karya musiknya mendapat perhatian luas masyarakat. Salah satu karya yang banyak dikenal adalah “Ciinan Bana”, lagu Minang yang ditulis Ajhay Pasma dan kemudian dibawakan oleh sejumlah penyanyi serta mendapat popularitas luas di berbagai platform digital.
Perjalanan Ajhay di dunia musik tidak berhenti sebagai pencipta lagu. Ia juga aktif sebagai produser dan turut mendorong lahirnya talenta-talenta muda asal Pasaman.
Baginya, perkembangan musik daerah tidak cukup hanya dengan menciptakan lagu Diperlukan pula ruang bagi generasi muda untuk belajar, tampil dan mendapatkan kesempatan mengembangkan bakat.
Dorong Anak Muda Pasaman Naik Panggung
Ajhay Pasma juga aktif dalam upaya mengorbitkan penyanyi dan artis-artis muda asal Pasaman.
Bersama sejumlah pelaku seni lainnya, ia ikut membangun wadah PISDAY Persatuan Insan Seni dan Budaya Pasaman.
Dalam organisasi tersebut, Mexolva Andika (Sol) dipercaya sebagai ketua, sementara Ajhay Pasma menjabat sebagai wakil ketua.
PISDAY hadir sebagai wadah bagi insan seni dan budaya Pasaman untuk berkarya sekaligus ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kebudayaan di tengah masyarakat.
Dalam perjalanannya, PISDAY telah ikut memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pemerintah daerah maupun masyarakat, termasuk kegiatan festival budaya dan bakti sosial.
Ajhay Pasma berharap kedepan keberadaan PISDAY dapat semakin dilibatkan dalam berbagai kegiatan seni dan budaya yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pasaman.
“Harapan kami, ke depan PISDAY bisa ikut dilibatkan dalam berbagai kegiatan seni dan budaya di Pasaman. Banyak pelaku seni dan anak-anak muda yang memiliki potensi dan membutuhkan ruang untuk tampil serta berkembang,” ujarnya.
Panggung hiburan rakyat HUT Pasaman ke-81 pun menjadi bukti bahwa seni bukan sekadar hiburan di balik panggung dan sorotan lampu, terdapat potensi ekonomi, kreativitas anak nagari dan talenta lokal yang bisa menjadi bagian penting dalam mengangkat nama Pasaman.
Dari Pasaman untuk Minangkabau, dari panggung lokal menuju panggung lebih luas. (Zul)



















