Web Hosting
Web Hosting

Berita

Riau Bhayangkara Run 2025, Irjen Herry : Lari Untuk Negeri, Cinta Untuk Ibu Pertiwi

415
×

Riau Bhayangkara Run 2025, Irjen Herry : Lari Untuk Negeri, Cinta Untuk Ibu Pertiwi

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews 

 

 

Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran Riau Bhayangkara Run 2025.

 

Untuk diketahui, Riau Bhayangkara Run 2025 ini merupakan sebuah ajang lari tahunan yang tidak hanya mengedepankan sportivitas, tetapi juga sarat makna cinta tanah air dan lingkungan.

 

Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum menyampaikan kegiatan Bhayangkara Run 2025 dijadwalkan akan dilaksanakan pada 13 Juli 2025 mendatang dengan titik start dan finish di Mapolda Riau, Pekanbaru.

 

Menurut Kapolda Riau Irjen Herry pada Minggu (11/05/2025), terdapat tiga kategori dalam lomba lari ini, yaitu 21K yang dimulai pukul 05.00 WIB, 10K pada pukul 05.30 WIB, dan 5K pada pukul 05.45 WIB.

 

“Jika tidak ada halangan, Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan akan hadir secara langsung untuk membuka kegiatan ini. Hal ini sebuah kehormatan yang mempertegas komitmen Polri dalam membangun hubungan erat antara institusi, masyarakat, dan bumi pertiwi,” ujar Kapolda Riau.

 

Lari dengan Makna : Filosofi di Balik Langkah

Bukan sekadar olahraga, Riau Bhayangkara Run 2025 juga mengusung filosofi mendalam. Menurut Irjen Herry, Lari tersebut dimaknai sebagai simbol pengabdian tanpa henti yakni sebuah perjalanan panjang dalam mencintai dan melayani.

 

“Lari adalah simbol pelayanan dan cinta. Cinta kepada bumi tempat kita berpijak, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada Ibu Pertiwi. Karena pada hakikatnya, Ibu Pertiwi adalah bumi itu sendiri. Melukai bumi berarti mengkhianati ibu yang telah melahirkan kita,” ungkap Irjen Herry.

 

Kapolda Riau ini juga menambahkan, makna lari dalam konteks Riau Bhayangkara Run 2025 ini mencerminkan semangat melindungi dan melayani masyarakat.

 

Tidak hanya mencintai bumi dan lingkungan di Provinsi Riau, tetapi juga mencintai institusi, keluarga, dan diri sendiri.

 

“Mencintai diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, melainkan cara untuk menjaga pikiran tetap sehat, hati yang bersih, serta perilaku yang memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan. Dalam semangat kebersamaan dan spiritualitas, ajang ini juga menjadi wadah untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai dengan keyakinan masing-masing,” jelas Irjen Herry.

 

“Ajang Sportif dan simbol Pengabdian. Riau Bhayangkara Run 2025 ini bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga ajang pemersatu masyarakat dalam bingkai olahraga, budaya, dan spiritualitas. Melalui langkah-langkah kaki yang menapak bumi lancang kuning, peserta diajak untuk merenung, beraksi, dan berbakti,” tutupnya.

 

Dengan menggabungkan semangat Bhayangkara dan cinta lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum tahunan yang terus menginspirasi generasi bangsa untuk hidup sehat, berpikir positif, dan berkontribusi nyata bagi tanah air. (Mirza)