Padang, PilarbangsaNews
Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat 51.137 kunjungan pasien terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak 17 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026. Pada pertengahan Oktober, rata-rata kunjungan bahkan mencapai sekitar 1.052 per hari.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Wali Kota Padang, Fadly Amran, meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi dampaknya.
Fadly menyampaikan hal itu saat diwawancarai di rumah dinas wali kota, Senin (19/10/2026). Ia menekankan pentingnya memeriksa kondisi aktual di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan.
“Karena bagaimanapun ini sudah mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Dorongan kepada seluruh stakeholder terkait untuk bisa saling menjaga dan juga tentunya melihat apa yang terjadi sebenarnya di lapangan,” kata Fadly.
Pemko Padang telah mengambil langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Salah satunya melalui penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa.
Menurut Fadly, kondisi kabut asap di Padang mulai membaik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Meski demikian, pemerintah tetap perlu memantau perkembangan kondisi udara untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.
“Per hari ini memang anak-anak kita liburkan sekolah sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Padang terus memantau perkembangan kunjungan pasien terkait ISPA. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menyebut peningkatan kunjungan terlihat selama periode kabut asap.
Berdasarkan pendataan pada 12–15 Oktober 2026, rata-rata kunjungan pasien mencapai sekitar 1.052 per hari.
“Kalau kita lihat rata-rata sehari pada 12, 13, 14, dan 15 Oktober, kurang lebih seribu, sekitar 1.052 kunjungan,” kata Srikurnia, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, pendataan dimulai sejak kabut asap muncul pada Agustus. Jumlah kunjungan pasien sempat mengalami fluktuasi, sebelum meningkat hingga sekitar 1.000 kunjungan sehari pada Oktober.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan masker kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan warga agar mengurangi paparan asap. Masyarakat dianjurkan memakai masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah, beristirahat cukup, serta memperbanyak minum air putih.
Warga yang mengalami keluhan pernapasan atau merasakan kondisi kesehatannya memburuk diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan. (Gilang)



















