Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Sedikitnya ada 11 Kepala Keluarga sampai saat masih bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan, Nagari Talang Balarik, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Pantauan di lapangan, Senin (12/10/2026) bangunan rumah cukup dekat dengan bibir sungai Batang Tapan, dan cukup rawan terkena abrasi sungai.
Kejadian banjir menerjang di nagari itu, membuat beberapa rumah rusak, dan hanyut terbawa derasnya arus sungai.
Selain itu kondisi jalan nasional penghubung Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan – Sungai Penuh – Kerinci kondisi jalan terbam.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, Ketua DPRD Pessel Darmansyah, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf.Yudi Eka Pratama, M.Hum, Kapolsek BAB Tapan Iptu Usman Kamal, SH.,MH, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan
Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M, serta tim terpadu lainnya telah turun ke lokasi untuk berkomunikasi dengan warga.
Menurut Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M, ketika komunikasi warga korban banjir ini dilakukan oleh Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim dan tim terpadu lainnya, agar mereka bersedia pindah dan bisa menyiapkan tanah untuk relokasi
Disampaikan Camat, kondisi bibir sungai berjarak cukup dekat pemukiman warga ini cukup membahayakan bagi keselamatan warga.
“Kami telah himbau pada 11 KK yang rumahnya cukup dekat di bibir sungai Batang Tapan agar menyiapkan tanah untuk lokasi relokasi. Dan Alhamdullilah 11 kepala keluarga tersebut bersedia untuk direlokasi,” ujar Camat.
Dheno akan segera melakukan pendataan secara detail, untuk nantinya disampaikan ke Pemda Pessel melalui BPBD untuk anggaran pembangunan rumah itu. (ori)



















