Padang, PilarbangsaNews
Sosok Jenderal tenang itu harus tinggalkan Ranah Minang. Baru tiga bulan memimpin, Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy sudah dimutasi Kapolri.
Mutasi jenderal lulusan Akpol 1991 itu tertuang dalam Telegram Kapolri Nomor: ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Telegram itu merujuk Keputusan Kapolri No. Kep/1532/IX/2026 tanggal 2 Oktober 2026 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
Dalam telegram tersebut, Djati dimutasi menjadi Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan pada Badan Reforma Agraria Nasional.
Posisi Kapolda Sumbar kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Jawari. Jenderal bintang dua itu sebelumnya menjabat Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri).
Kabar mutasi itu dibenarkan langsung oleh Djati. “Betul,” kata Djati singkat saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (3/10/2026) pagi.
Sosok Jenderal Intel yang Tenang dan Taktis
Perginya Djati terbilang cepat. Ia baru dilantik sebagai Kapolda Sumbar awal Juli 2026 lalu, menggantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Sebelum ke Padang, ia adalah Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara).
Tiga bulan bukan waktu lama. Namun bagi internal Polda Sumbar, sosok Djati meninggalkan kesan.
Berlatar belakang kuat di bidang Intelijen Keamanan (Intelkam), Djati bukan tipe jenderal yang gaduh. Gaya kepemimpinannya dikenal tenang, taktis, dan adaptif. Di Sumbar, ia lebih banyak memperkuat koordinasi keamanan bersama Forkopimda dan melakukan penataan serta rotasi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar untuk penyegaran organisasi.
Pendekatan humanis juga ia coba bangun. Di bawah komandonya, Polda Sumbar menggelar dua agenda besar yang cukup menyita perhatian publik: peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dan HUT RI ke-81 yang dikemas lewat Kejuaraan Tenis Piala Kapolda Sumbar.
Menariknya, hanya dalam jeda satu bulan, dua event tenis tersebut berhasil disemarakan Djati di Lapangan Tenis Indoor Universitas Negeri Padang (UNP), Padang. Langkah itu dinilai sebagai cara Djati mendekatkan Polri dengan masyarakat Sumbar melalui olahraga.
Kini, dengan telegram mutasi itu, tugas Djati di Ranah Minang resmi berakhir. Jenderal yang dikenal low profile itu akan melanjutkan pengabdian di Mabes Polri dengan tugas baru di luar struktur kepolisian murni. (Gilang)

















