Padang, PilarbangsaNews
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melayani 3.365 penumpang rute Jakarta pada Selasa (8/9/2026), hari pertama setelah operasional penerbangan kembali normal menyusul berakhirnya gangguan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Data operasional bandara menunjukkan sebanyak 1.565 penumpang tiba di BIM dari Jakarta. Sementara itu, sebanyak 1.800 penumpang berangkat dari Padang menuju ibu kota.
Pergerakan tersebut terjadi setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma kembali dibuka pada Selasa dini hari usai penanganan dampak abu vulkanik yang sebelumnya mengganggu operasional penerbangan nasional.
Pada hari pertama pemulihan, BIM melayani 11 penerbangan kedatangan dari Jakarta yang terdiri atas 10 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan satu penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma (HLP).
Sementara itu, sebanyak 11 penerbangan keberangkatan juga dilayani menuju Jakarta, terdiri atas 10 penerbangan menuju Soekarno-Hatta dan satu penerbangan menuju Halim Perdanakusuma. Dengan demikian, total terdapat 22 pergerakan penerbangan rute Jakarta yang berlangsung di BIM sepanjang hari.
Dampak Erupsi Sempat Ganggu Konektivitas Nasional
Pemulihan penerbangan Jakarta-Padang menjadi bagian dari normalisasi lalu lintas udara nasional setelah erupsi Gunung Anak Krakatau memaksa penutupan sementara sejumlah bandara di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Secara nasional, gangguan tersebut menyebabkan ribuan penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan rute. Lebih dari 340 ribu penumpang terdampak selama masa penutupan bandara akibat sebaran abu vulkanik.
Di Bandara Internasional Minangkabau, dampaknya juga cukup terasa. Sebanyak 56 penerbangan rute Jakarta dari dan menuju Padang sebelumnya tercatat batal beroperasi selama masa gangguan. Total 7.736 penumpang terdampak akibat pembatalan tersebut.
Mobilitas Masyarakat Kembali Bergerak
Kembalinya penerbangan Jakarta-Padang menjadi kabar positif bagi masyarakat Sumatera Barat. Jalur udara menuju Jakarta merupakan salah satu rute tersibuk yang menopang mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, hingga aktivitas pemerintahan.
Normalisasi operasional juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata yang sempat terdampak akibat terbatasnya akses transportasi udara selama beberapa hari terakhir.
Sebelum membuka kembali operasional penerbangan, otoritas bandara melakukan pembersihan menyeluruh terhadap area sisi udara, termasuk apron, taxiway, dan runway untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Pengelola bandara mengimbau calon penumpang untuk tetap memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Imbauan tersebut diperlukan karena sejumlah maskapai masih melakukan penyesuaian jadwal pada masa awal pemulihan operasional.
Dengan kembali beroperasinya seluruh penerbangan rute Jakarta, konektivitas udara antara Sumatera Barat dan ibu kota kini berangsur pulih setelah sempat terganggu akibat salah satu erupsi vulkanik terbesar yang memengaruhi sektor penerbangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. (Gilang)















