Web Hosting
Web Hosting
Berita

Kelangkaan BBM Ancam Pariwisata Sumbar, Asperda Minta Pemprov Turun Tangan

6
×

Kelangkaan BBM Ancam Pariwisata Sumbar, Asperda Minta Pemprov Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak besar pada sektor pariwisata Sumbar. Banyak wisatawan dan agen yang membatalkan kunjungan ke Sumbar karena perjalanan mereka dipastikan terganggu akibat kelangkaan bio solar di Sumatera Barat.

 

 

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Kenderaan Indonesia (Asperda) Sumatera Barat, Rino Zulyadi, M.Pd. sangat menyayangkan kelangkaan bio solar di sejumlah SPBU di Sumatera Barat. Akibatnya banyak bus pariwisata, mobil rental dan kendaraan lainnya yang tidak kebagian BBM walaupun sudah antri beberapa jam di SPBU.

 

“Bayangkan wisatawan harus antri di SPBU selama 3-5 jam agar mobilnya bisa berjalan lagi. Ini kan sesuatu yang tidak bisa diterima bisnis pariwisata. Akibatnya banyak wisatawan asal Pekanbaru sekarang lebih memilih berkunjung ke Samosir hingga Medan di Sumatera Utara. Walaupun BBM disana juga langka tapi antriannya tidak separah di Sumbar,” ujar Rino Zulyadi.

 

Lebih parahnya, kondisi kelangkaan bio solar ini seakan dibiarkan saja oleh pemerintah tanpa ada tindakan yang jelas. Pemerintah daerah dan aparat hukum juga harus memperketat penggunaan barcode bio solar.

 

“Selama ini kami pemilik bus pariwisata juga menemukan adanya penggunaan barcode secara ilegal. Kami tidak pernah mengisi BBM namun nyatanya kuota BBM di barcode dinyatakan sudah habis. Nah ini kan harus diusut kenapa bisa terjadi?” kata Rino menambahkan.

 

Karena BBM yang langka, pemilik bus pariwisata dan mobil rental juga tidak berani menaikkan harga. Sebagian pengusaha malah memilih mengistirahatkan saja unit mereka di poll masing-masing-masing.

 

“Kondisi ini sudah berlangsung lama namun belum ada solusi yang jelas. Kita Asperda mendesak pemerintah mencarikan solusi dan jalan keluar agar kelangkaan ini bisa diatasi,” kata Rino Zulyadi, Direktur PT. Trans Holiday Indonesia ini. (Gilang)