Jakarta, PilarbangsaNews
Wacana Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) DKI Jakarta berkontribusi dalam pemberdayaan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta perluasan akses pelatihan bagi para pelaku UMKM berbasis komunitas mendapat tanggapan dari Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza.
Ketua Bundo Kanduang DKI Jakarta, Dr Rosita Medina mengatakan kalau perempuan berdaya, UMKM tumbuh. Kalau UMKM tumbuh berbasis komunitas, ekonomi daerah tangguh. Hal itu disampaikannya saat audiensi dengan Wamen UMKM RI untuk Penguatan Kolaborasi Program UMKM Perempuan, pada Senin (7/7/2026)
Selain dihadiri oleh Rosita Medina, juga turut hadir sejumlah pengurus PBKM DKI Jakarta yang sehari-harinya juga pelaku UMKM, antara lain Epi Susanti, Efi Rahmi, Cici, Evita, Hartati, Refni, dan Irma.
Dalam pertemuan tersebut, Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza, memberikan arahan agar Bundo Kanduang DKI Jakarta dapat ikut berkolaborasi dalam berbagai kegiatan Kementerian UMKM, khususnya pada program pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha bagi perempuan pelaku UMKM.
Arahan tersebut menjadi peluang strategis bagi Bundo Kanduang DKI Jakarta untuk memperluas peran organisasi tidak hanya dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau, tetapi juga dalam penguatan ekonomi perempuan rantau melalui UMKM yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Ketua Bundo Kanduang DKI Jakarta, Rosita Medina menyampaikan apresiasi atas kesempatan audiensi tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian UMKM menjadi langkah penting untuk membuka akses pembinaan, jejaring, serta peningkatan kualitas produk UMKM para perempuan.
“Bundo Kanduang DKI Jakarta siap berkolaborasi dan mendukung program-program Kementerian UMKM, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan pelaku usaha. Kami berharap para Bundo pelaku UMKM dapat semakin maju, terampil, dan mampu memperluas pasar,” ujarnya.
Pertemuan ini juga menjadi momentum awal untuk membangun kerja sama berkelanjutan antara komunitas Bundo Kanduang DKI Jakarta dengan Kementerian UMKM, terutama dalam bidang pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, literasi keuangan, pemasaran, serta penguatan jejaring usaha.
Dengan latar belakang Wamen UMKM yang juga memiliki pengalaman strategis di sektor keuangan, pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang sinergi yang lebih luas dalam mendukung akses pembiayaan dan pengembangan UMKM perempuan. (Gilang)














