Web Hosting
Web Hosting
Berita

Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Serahkan Bantuan 6.000 Baglog

23
×

Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Serahkan Bantuan 6.000 Baglog

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui pelatihan budidaya jamur tiram dan penyerahan bantuan 6000 baglog kepada keluarga miskin berisiko stunting.

 

 

Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Rabu (24/6/2026), tersebut diikuti 40 kepala keluarga penerima manfaat yang berasal dari sejumlah kelurahan prioritas berdasarkan tingkat kerentanan pangan.

 

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mendorong tumbuhnya usaha produktif di tingkat rumah tangga.

 

Elzadaswarman menjelaskan ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga karena rumah tangga yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri akan lebih siap menghadapi gejolak harga pangan maupun tantangan ekonomi.

 

“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” kata Elzadaswarman.

 

Menurutnya, budidaya jamur tiram menjadi salah satu alternatif usaha yang potensial karena tidak membutuhkan lahan luas, mudah dikembangkan, memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, sekaligus mampu menyediakan sumber pangan bergizi bagi keluarga.

 

Ia menjelaskan jamur tiram mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

 

“Melalui pelatihan dan bantuan baglog ini, kami berharap keluarga penerima memperoleh tambahan sumber pangan bergizi sekaligus peluang usaha rumah tangga yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

 

Elzadaswarman menegaskan program tersebut tidak semata-mata berbentuk bantuan sosial, melainkan upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun usaha produktif yang berkelanjutan.

 

Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan bantuan yang diterima secara optimal mulai dari proses pemeliharaan, panen hingga pemasaran hasil produksi.

 

“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga,” katanya.

 

Ia meyakini apabila dikelola secara konsisten dan sungguh-sungguh, budidaya jamur tiram dapat berkembang menjadi sumber penghasilan baru yang membantu meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat.

 

Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman juga mengapresiasi narasumber pelatihan, Fitri Afriani, yang dinilai berhasil membuktikan bahwa budidaya jamur tiram dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.

 

Menurut dia, Fitri memulai usaha budidaya jamur tiram sejak masih duduk di bangku kuliah dan mampu membantu perekonomian keluarga, menyelesaikan pendidikan, hingga memperoleh kesempatan berbagi pengalaman di Jepang.

 

“Beliau patut menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan ketekunan dan kesungguhan dalam membudidayakan jamur tiram, beliau mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapat kesempatan diundang ke Jepang untuk berbagi pengalaman,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan program tersebut menyasar keluarga miskin berisiko stunting yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

 

Penerima bantuan berasal dari Kelurahan Talang di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kelurahan Napar dan Taratak Padang Kampuang di Kecamatan Payakumbuh Utara, serta Kelurahan Parambahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

 

“Kami menetapkan lokasi penerima bantuan berdasarkan hasil penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025. Kelurahan-kelurahan tersebut masuk kategori agak rentan sehingga menjadi prioritas untuk mendapatkan intervensi,” katanya.

 

Edvidel menjelaskan setiap peserta mengikuti pelatihan selama satu hari dan menerima 150 baglog jamur tiram siap panen untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.

 

Menurutnya, bantuan produktif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi pangan bergizi keluarga sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

 

“Kami berharap bantuan produktif ini mampu meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga. Jika berkembang dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

 

Melalui program tersebut, Pemko Payakumbuh terus memperkuat sinergi antara penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan ketahanan pangan keluarga.

 

Sejalan dengan arahan Wali Kota Zulmaeta, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian masyarakat melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.

 

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dari tingkat rumah tangga. (wba)