Web Hosting
Web Hosting
Berita

Cetak Hafidz Muda, Ponpes Hijrah Medinah Kecamatan Lengayang Gelar Wisuda Tahfidz

27
×

Cetak Hafidz Muda, Ponpes Hijrah Medinah Kecamatan Lengayang Gelar Wisuda Tahfidz

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Hijrah Medinah, Nagari Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang, menggelar Wisuda Tahfidz dan Akhirussanah angkatan ke-IV di ruang UDKP Kantor Camat Lengayang, Kamis (4/6/2026).

 

 

Sebanyak 130 santri mengikuti wisuda dari total 280 siswa, mengusung tema “Tumbuh Bersama Al-Qur’an, Bersemi dalam Kebaikan”.

 

Mewakili Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

 

Ia menilai capaian tersebut sebagai langkah awal dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kami berharap para hafidz dan hafidzah ini tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

 

Menurutnya, wisuda tahfidz tidak sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat karakter keislaman di tengah tantangan zaman. Ia menilai para santri memiliki potensi besar untuk berprestasi, termasuk dalam ajang MTQ di tingkat daerah hingga provinsi. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, terutama Kementerian Agama dan tenaga pendidik, untuk terus membina dan mengarahkan para santri.

 

Syahrizal juga menekankan bahwa keberadaan pesantren sejalan dengan program unggulan daerah, seperti Nagari Mangaji dan Nagari Pandai. Ia menyebut kegiatan wisuda tahfidz sebagai bagian nyata dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus berilmu.

 

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pengaruh negatif di era digital, termasuk perilaku menyimpang yang dapat berkembang melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, guru harus mampu memberikan contoh yang baik dan mengarahkan siswa agar bijak dalam menyaring informasi.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Kemenag Pessel, Camat Lengayang, Wali Nagari Lakitan Utara, anggota DPRD, pembina yayasan, serta tamu undangan lainnya.

 

Pimpinan Ponpes Hijrah Medinah, Irwan Gusrianto, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan pesantren. Ia menjelaskan, 130 santri yang diwisuda memiliki capaian hafalan mulai dari juz 1 hingga juz 6. Ia menegaskan bahwa hafalan Al-Qur’an harus diiringi dengan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ia juga menyebutkan bahwa pesantren yang berdiri sejak 2006 itu terus berkembang dengan menaungi pendidikan dari tingkat TKIT hingga MA Terpadu. Saat ini, jumlah siswa mencapai 356 orang dengan dukungan sekitar 50 tenaga kependidikan. Selain tahfidz, para santri juga didorong untuk berprestasi di bidang akademik.

 

Irwan mengimbau orang tua agar terus menjaga dan menguatkan hafalan anak di rumah. Ia menilai peran keluarga sangat penting dalam mempertahankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan anak.

 

Ia menambahkan, pelaksanaan wisuda di luar lingkungan pesantren merupakan yang pertama dilakukan karena adanya pembangunan ruang belajar baru yang didukung melalui pokok pikiran anggota DPRD setempat.

 

Pada kesempatan itu juga dijelaskan bahwa Akhirussanah menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan bagi siswa tingkat SD dan SMP di lingkungan pesantren. Sedangkan para wisudawan wisudawati memperoleh predikat Mumtaz, Jayyid Jiddan, Jayyid, dan Maqbul sesuai capaian masing-masing.

 

Sementara itu, Kasi Pontren Kemenag Pessel, Sudirman, menyampaikan selamat kepada para santri serta siswa yang mengikuti Akhirussanah. Ia menegaskan komitmen Kemenag dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di daerah.

 

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 13 pesantren di Pesisir Selatan dengan berbagai pola pendidikan. Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan pesantren melalui standar yang ditetapkan dan kerja sama dengan berbagai pihak.

 

Sudirman juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak di tengah maraknya pengaruh negatif. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda agar terhindar dari perilaku menyimpang. (Gilang)