Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Dukung swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat serta upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan, Kementerian Pertanian RI menyalurkan alat mesin pertanian traktor ke Pemda Pesisir Selatan melalui Dinas Pertanian Pesisir Selatan.
Penyerahan secara simbolis 17 unit traktor diserahkan langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan Hamd, S.Pt,M.Si, Selasa (19/5/2026) di pelataran parkir kantor Dinas Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Hamd, S.Pt,M.Si, Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan, bantuan alat pertanian traktor berasal dari bantuan Kementeria Pertanian RI. Traktor tersebut diserahkan pada 17 kelompok tani di Kabupaten Pesisir Selatan, satu kelompok tani menerima satu unit traktor.
Selain kegiatan penyerahan alat pertanian, Hamdi juga melakukan penandatangan perjanjian kerja atau SPK kelompok tani penerima bantuan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, rehab jaringan tersier dan bangunan konservasi.
Bantuan itu berupa;
1. Irigasi tersier, target 30 kelompok tani. Anggaran fisik Rp3.000.000.000.
2. Konservasi air dan antisipasi anomali iklim, target 15 kelompok tani. Anggaran fisik Rp1.800.000.000.
3. Irigasi perpipaan, target 5 kelompok tani. Anggaran fisik Rp470.000.000.
4. Irigasi perpompaan, target 8 kelompok tani. Anggaran fisik Rp1.224.000.000.
Sementara itu Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dalam sambutannya menegaskan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan tidak hanya menjadi pelengkap seremonial.
Menurutnya, bantuan Alsintan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat proses pengolahan lahan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.
Selain pemanfaatan, Bupati Pessel juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan alat. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah merupakan aset kelompok yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan manfaatnya.
“Saya titip pesan, alat ini dijaga bersama. Karena bantuan pemerintah itu bukan milik pribadi, tapi milik kelompok dan masyarakat. Kalau dirawat baik, manfaatnya bisa lama. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak,” ujarnya.
Pihaknya turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI yang dinilai turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (ori)














