Padang, PilarbangsaNews
Pada sesi hari kedua dalam Pendidikan Ilmu Politik yang diikuti para tokoh masyarakat Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, tampil dosen Unand Supriadi, S.Ikom, M.Ikom dengan paparan “Politik Pada Era Digitalisasi Modern” bertempat di Hotel Rocky Padang, Selasa (19/5/2026).
“Apabila kita lihat di ruang publik dan media sosial Facebook, Tiktok, Instagram, Youtube, dan AI, maka kita harus dapat membedakan konten yang memiliki nilai positif dan negatif (hoax) dan menjaga etika politik memberikan pencerahan kecerdasan kepada masyarakat luas,” kata Supriadi.
“Kami perlu menekankan pentingnya etika politik, kecerdasan spritual, dikombinasikan dengan kecerdasan intelektual nilai-nilai politik positif perlu dikembangkan menjadi nilai ekonomis, memiliki nilai jual seperti konten-konten positif dan berdaya saing,” ujar Supriadi.
Selanjutnya, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Muzli M. Nur yang mengagas acara ini dengan dana Pokirnya, menyampaikan kepada peserta mengikuti Bimtek tentang perlunya pendidikan etika politik santun, sesuai dengan Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Kecerdasan spritual dikombinasikan dengan kecerdasan intelektual maka nilai-nilai politik positif perlu dikembangkan menjadi nilai ekonomis, memiliki nilai jual seperti konten-konten positif dan berdaya saing.
“Literasi etika politik memberikan pembelajaran di ruang publik, kepada hal yang positif, edukasi, diskusi dan tidak mudah percaya pada konten hoax,” kata Muzli M. Nur, anggota legislatif enam periode ini. (Zul)














