Web Hosting
Web Hosting
Berita

71 Tahun KAA, Al Busyra Basnur: Minim, Pengetahuan Orang Indonesia Tentang Afrika

19
×

71 Tahun KAA, Al Busyra Basnur: Minim, Pengetahuan Orang Indonesia Tentang Afrika

Sebarkan artikel ini

Bandung, PilarbangsaNews

Sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui potensi dan kemajuan negara-negara Afrika serta pentingnya Afrika bagi Indonesia. Mereka hanya mengetahui bahwa negara-negara Afrika miskin penuh konflik dan serba kekurangan.

 

 

Hal itu mengemuka dalam Political Talks, 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Jumat 8 Mei 2026. Acara diadakan dalam rangka peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

 

Political Talks yang dibuka oleh Dekan FISIP Unpas, Dr. Kunkunrat itu menghadirkan pembicara Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur, Founder & Chair Basnur Academy dan Dr. Bedi Budiman, dosen FISIP Unpas.

 

Kunkunrat dalam sambutannya antara lain menghimbau generasi muda Indonesia agar terus menjaga dan menyebarluaskan Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia Afrika yang sangat penting dan bersejarah itu.

 

Sementara itu, Al Busyra Basnur mengatakan bahwa minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia, terutama pemuda terhadap perkembangan terkini negara-negara Afrika disebabkan oleh terbatasnya sumber-sumber informasi terkini tentang Afrika.

 

Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur, Founder & Chair Basnur Academy

 

“Akibat minimnya pengetahuan itu, Indonesia belum merasakan secara maksimal keuntungan hubungan dan kerja sama yang baik dengan negara-negara Afrika, terutama di bidang ekonomi,” tambah Al Busyra, mantan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika.

 

“Berbeda halnya dengan China, India, Turkiye, Jepang dan negara-negara Eropa, mereka telah sejak lama menikmati hubungan baik secara timbal balik dengan negara-negara Afrika,” imbuhnya.

 

Sementara, Bedi Budiman memaparkan secara khusus tentang sejarah hubungan Indonesia, Asia dan Afrika serta makna Konferesi Asia Afrika bagi kemerdekaan negara, kemajuan dan perdamaia dunia.

 

Political Talks dihadiri oleh 100 orang terdiri dari pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. (gk)