Web Hosting
Web Hosting
Berita

Terima Bantuan Bibit, Gubernur Mahyeldi : Sumbar Akan Pacu Produksi Pertanian

266
×

Terima Bantuan Bibit, Gubernur Mahyeldi : Sumbar Akan Pacu Produksi Pertanian

Sebarkan artikel ini

Jakarta, PilarbangsaNews

 

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan secara resmi alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2025 sektor pertanian untuk Provinsi Sumatera Barat berupa bantuan bibit kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi, di Ruang Rapat Kementerian Pertanian, Rabu (10/9/2025).

 

Gubernur Mahyeldi didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Adib Alfikri, Kadis Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar Afniwirman, Bupati Agam Beni Warlis, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan Wakil Bupati Solok H. Candra.

 

Bantuan bibit dari Kementerian Pertanian itu berupa bibit jagung untuk 5.000 hektar, bibit kopi untuk 2.000 hektar dan bibit kelapa untuk 100 hektar.

 

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi ketat atas pelaksanaan bantuan bibit. Daerah penerima bantuan yang tidak mampu melaksanakan dengan baik, tidak akan menerima bantuan pada tahun berikutnya.

 

“Kami berencana akan kunjungan kerja ke Sumbar untuk meninjau langsung pemanfaatan bantuan ABT,” kata Menteri Pertanian.

 

Tujuan pemberian bantuan bibit ini adalah untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha baru di daerah penerima bantuan.

 

Dalam kesempatan itu Gubernur Mahyeldi mengusulkan kepada Menteri Pertanian untuk membuat hilirisasi gambir di Sumbar. Sebab, berdasarkan Data BPS 2025, sebanyak 7 kabupaten/kota di Sumbar saat ini menjadi sentra penghasil gambir terbesar di Indonesia dan menjadi pemasok utama kebutuhan gambir dunia, dengan jumlah produksi mencapai 26.912,18 ton pada 2024.

 

Menurut Gubernur, pemerintah daerah bersama bupati/wali kota se-Sumbar berkomitmen memacu produksi pertanian. Saat ini Sumbar telah swasembada beras, dan akan dilanjutkan pada komoditas lain seperti jagung, kelapa, kakao dan kopi.

 

Diharapkan langkah swasembada komoditas pertanian ini berdampak menurunkan angka kemiskinan di Sumbar. (adpsb)