Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Pemerintah Kabupaten Pasaman serius dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan sarana prasarana sekolah.
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Dinas Pendidikan melakukan monitoring kegiatan bantuan revitalisasi SD, SMP di semua lokasi. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dikerjakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.
Pada tahun anggaran 2026, sedikitnya 52 sekolah telah dipastikan menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp42 miliar. Program tersebut mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni 17 satuan PAUD, 24 Sekolah Dasar (SD), dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bantuan revitalisasi diarahkan untuk mendukung perbaikan dan pembangunan sarana prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
Tidak berhenti pada 52 sekolah, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pendidikan juga terus mendorong penambahan penerima program. Dalam waktu dekat, 19 SD dijadwalkan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi. Kalau terealisasi, maka jumlah sekolah yang tersentuh program revitalisasi pada 2026 akan mencapai 71 sekolah.
Disamping itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, S.Pd., M.Pd. mengatakan, bahwa cakupan tersebut menjadi salah satu capaian terbesar dalam pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Pasaman dalam tahun anggaran 2026.
Menurut Muslim, S.Pd., M.Pd., peningkatan jumlah sekolah penerima revitalisasi tidak terlepas dari upaya Dinas Pendidikan dalam memetakan kebutuhan sekolah serta memastikan berbagai persyaratan program dapat dipenuhi.
Pembangunan infrastruktur pendidikan membutuhkan kerja bersama. Karena itu, Dinas Pendidikan terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak sekolah di Pasaman memperoleh dukungan untuk memperbaiki kondisi sarana dan prasarananya.
“Kami tidak ingin berhenti pada capaian yang ada. Kami masih terus memperjuangkan agar jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi dapat bertambah,” ujar Muslim.
Ia menambahkan, pembenahan sarana dan prasarana sekolah bukan sekadar mengejar pembangunan fisik. Lebih dari itu, revitalisasi merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan tumbuh kembang peserta didik.
Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp42 miliar untuk 52 sekolah serta tambahan 19 SD yang segera masuk tahap PKS, program revitalisasi tahun 2026 diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kualitas fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Pasaman.
Muslim berharap seluruh tahapan pembangunan dan rehabilitasi dapat berjalan sesuai rencana, transparan, tepat waktu, serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Kami berharap seluruh proses revitalisasi ini berjalan dengan baik dan tepat waktu. Pada akhirnya, muara dari pembenahan sarana dan prasarana ini adalah meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak-anak kita di Kabupaten Pasaman,” katanya.
Program revitalisasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menghadirkan layanan pendidikan semakin berkualitas.
Infrastruktur sekolah yang lebih baik diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Pasaman berkarakter, kompeten, dan mampu bersaing pada masa mendatang. (Zul)















