Padang, PilarbangsaNews
Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat menyalurkan Bantuan Non-Tunai (BNT) untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Penyaluran BNT dilakukan secara serentak di dua wilayah yang terdampak cukup parah, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Padang.
“Dana senilai Rp858 juta disalurkan untuk 858 Keluarga Keluarga penyintas bencana di dua wilayah tersebut. Masing-masing keluarga mendapatkan BNT senilai Rp1 juta. Sebanyak 544 KK di Kabupaten Agam dan 314 KK di Kota Padang,” kata Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar pada saat penyerahan BNT untuk warga Kota Padang di Palanta Walikota Padang, Jumat (13/3/2026).
Penyerahan Bantuan Non-Tunai ini telah melalui proses yang cukup panjang, yaitu penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, kecamatan, PMI dan IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid.
Beberapa kriteria harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, diantaranya adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang dan tanah longsor. PMI juga memastikan rumah tersebut merupakan rumah milik pribadi calon penerima manfaat.
Selain itu, calon penerima BNT adalah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan hunian sementara (Huntara) atau hunian tetap (Huntap) dari pemerintah. Penerima juga tidak Aparatur Negeri Sipil (ASN) atau pejabat pemerintah, polisi maupun militer.
“Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini, seperti Lansia, ibu Hamil, anak-anak, disabilitas, dan perempuan yang sebagai kepala keluarga,” tambah Aristo Munandar, sambil menjelaskan bahwa dalam penyaluran bantuan ini, PMI Sumbar bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia.
Walikota Padang, Fadly Amran, yang turut hadir dalam seremonial penyerahan BNT di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, juga menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi atas dukungan yang diberikan oleh PMI. Kehadiran PMI saat ini telah meringankan beban ekonomi masyarakat, apalagi sebentar lagi masyarakat akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Bantuan PMI, diakui Fadly sudah dirasakan sejak awal kejadian bencana November tahun lalu, mulai dari sembako, kebutuhan rumah lainnya, hingga dukungan membersihkan rumah. Bahkan sampai saat ini bantuan air bersih untuk masyarakat dari PMI juga masih berjalan.
Rasa haru dan syukur juga disampaikan oleh penerima BNT yaitu Widya (45) warga Tabiang Banda Gadang, salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah di Kota Padang. Bantuan yang ia terima hari ini, bagi Widya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan menyambut lebaran juga membayar sewa rumah yang ia tempati sementara ini.
“Sekarang masih ngontrak, karena rumah saya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah bantuan PMI ini bisa untuk menambah bayar uang sewa rumah,” tutur Widya. (Rel)









