Web Hosting
Web Hosting

Berita

Manasik Haji 2026 Pekanbaru Dimulai, Simulasi Akbar Digelar di Tenayan Raya

56
×

Manasik Haji 2026 Pekanbaru Dimulai, Simulasi Akbar Digelar di Tenayan Raya

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Tahapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Kota Pekanbaru resmi memasuki fase manasik. Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru mulai menggelar bimbingan teknis dan praktik ibadah bagi calon jamaah sebagai bagian dari persiapan pemberangkatan ke Tanah Suci.

 

 

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru, Hj. Hariyati, S.E., Ak., M.E.Sy, menjelaskan bahwa manasik telah dilaksanakan sejak 7 hingga 12 Februari 2026 di delapan rayon. Lokasi tersebut meliputi Rayon Tampan, Marpoyan Damai, Bukit Raya, Tenayan Raya, Rumbai (digabung di Rumbai Timur dan Rumbai Barat), Sukajadi, serta Senapelan.

 

“Untuk Rayon Payung Sekaki dan Rayon Pekanbaru Kota yang digabung dengan Rayon Limapuluh, pelaksanaan dimulai besok selama tiga hari hingga Senin,” ujar Hariyati, Jum’at (13/02/2026).

 

Untuk diketahui, puncak kegiatan akan digelar dalam bentuk Manasik Haji Akbar pada 4 April 2026, selepas lebaran Idul Fitri. Seluruh jamaah dari delapan rayon akan mengikuti praktik gabungan yang dipusatkan di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, di Tenayan Raya.

 

Dalam simulasi tersebut, panitia akan membangun miniatur area suci yang menyerupai Masjidil Haram lengkap dengan representasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Area parkir akan disulap menjadi lokasi praktik lontar jumrah dan tahapan ibadah lainnya.

 

“Kami siapkan miniatur untuk memudahkan visualisasi dan pemahaman jamaah. Simulasi akan didampingi pembimbing ibadah umum, petugas kloter, hingga petugas yang ditugaskan dari Saudi bersama jamaah asal Pekanbaru,” jelas Hariyati.

 

Menurut Hariyati, manasik bukan sekadar formalitas, melainkan penguatan pemahaman menyeluruh terhadap alur dan teknis pelaksanaan haji. Jamaah dibekali pengetahuan tentang rukun, wajib, dan sunnah haji, termasuk layanan yang akan mereka terima selama di Tanah Suci.

 

“Ritual haji akan berjalan sukses jika jamaah memahami alur prosesnya, termasuk layanan apa saja yang menjadi hak mereka. Pemerintah memastikan seluruh layanan itu terpenuhi,” tegasnya.

 

Selain itu, jamaah didorong untuk mandiri dalam menjalankan ibadah. Meski sistem kloter dibangun dengan semangat kebersamaan dan pengorganisasian yang rapi, setiap individu diharapkan menguasai ilmu manasik agar tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain.

 

Hariyati menilai kondisi calon jamaah haji Pekanbaru tahun ini cukup menggembirakan. Proporsi jamaah lanjut usia hanya sekitar 15 persen. Dari sisi pendidikan, mayoritas lulusan SMA hingga perguruan tinggi. Sementara tingkat ekonomi jamaah tergolong menengah ke atas. “Kondisi ini menjadi potensi besar untuk kesuksesan penyelenggaraan haji di Kota Pekanbaru,” katanya optimistis.

 

Ia berharap, proses manasik tidak hanya membekali kemampuan teknis, tetapi juga membangun ikatan emosional positif antar jamaah. Interaksi yang terjalin sejak masa persiapan diharapkan terus berlanjut hingga kepulangan dari Tanah Suci.

 

“Kami berharap kebersamaan ini tidak berhenti setelah haji. Semoga para jamaah tetap menjaga silaturahmi melalui pengajian dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Hariyati. (Mirza)