Web Hosting
Web Hosting

Berita

Dosen UPI YPTK Padang Melaksanakan PkM di RA Ashhabul Kahfi Mata Air

38
×

Dosen UPI YPTK Padang Melaksanakan PkM di RA Ashhabul Kahfi Mata Air

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Dosen Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang, Muhammad Mahzum, S.Kom.,MM dan Yuli Angraini, SE.,MM melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di
Raudhatul Athfal (RA) Ashhabul Kahfi Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jum’at (6/2/2026).

 

 

Kegiatan PkM ini berfokus pada implementasi nilai-nilai Asmaul Husna bagi pendidik di lingkungan Raudhatul Athfal guna mewujudkan siswa yang berakhlaqul karimah.

 

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala RA Ashhabul Kahfi Inawati, S.Pd., M.Pd, Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Padang yang diwakili oleh Ardaleny, SE selaku Bendahara, Ketua Kelompok Kerja Guru Wilayah 2 Ari Irawanti, S.Psi, serta dihadiri juga oleh Pengawas Raudhatul Athfal yakni Ikrimah, S.Ag, M.Pd, dan Asmidar, S.Ag, M.Pd.

 

Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidik dalam tugasnya melaksanakan proses belajar mengajar melalui penerapan sistem pembelajaran yang terarah, interaktif dan berkelanjutan.

 

Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap utama, penyusunan dan penerapan sistem pembelajaran pengenalan nilai-nilai Zat yang Maha Kekal jenjang kemampuan siswa, pelatihan metode pembelajaran interaktif bagi pengajar dan siswa, serta pendampingan dan evaluasi terhadap capaian pengenalan dan pemahaman terhadap Allah sebagai Zat yang Maha Kekal oleh siswa.

 

Pendekatan ini menggabungkan unsur edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan mitra.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan para pendidik memahami dan mengenal serta mengajarkan nilai-nilai yang terkadung di dalam Asmaul Husna sehingga dapat mewujudkan siswa yang berakhlaqul karimah, tersusunnya sistem pembelajaran yang terstandard serta terbangunnya semangat keilmuan dan religiusitas berbasis Iptek.

 

“Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam membina generasi Qur’ani yang berdaya saing,” ujar Muhammad Mahzum. (Zul)